Gashuku Jakarta

Hallo, yah lumayan 4 hari kemarin gak nulis atau nge-posting apapun di blog ini karena lumayan sibuk juga sih #tsah… hehehe… Yah gimana gak sibuk, aku harus selesaiin beberapa pekerjaan untuk ambil cuti libur selama 3 hari ke jakarta demi mengikuti Gashuku. Tau gak sih Gashuku ? hahahaha… Gashuku itu yang aku tahu artinya adalah latihan alam atau latihan di luar dojo, tapi beberapa ada yang bilang sebagai pemusatan latihan atau pelatihan. Yang aku tahu sih latihan alam ya, tapi gak mungkin kan di kendo mau latihan alam, di tanah2, yang ada kaki nya kemasukan cacing nanti, terus infeksi, bengkak, berakhir tragis… Hahahaha… *terlalu Lebay*. Okay, mungkin bisa di bilang training camp begitulah. Okay, mari kita mulai cerita tentang bagaimana serunya Gashuku Jakarta ini.
12357117_10153791600022943_7415187153016675225_o
Sebenarnya untuk persiapan ku buat mengikuti gashuku kali ini sudah dimulai dari 2 bulan kemarin. Jadi begitu tau tanggal fixed nya berapa, langsung deh searching tiket dan cari hotel dekat TKP (Tempat Kejadian Pelatihan). Untuk penginapan sih aku cuma ada gambaran Narwastu Guest House yang menurutku paling dekat, tapi harganya paling jauh… jauh dari harapan maksudnya… hehehe… Dan untuk kali ini, aku naik pesawat PP ambil dari Malang- Jakarta, Jakarta – Surabaya.  Yah, buat kali pertama aku naik penerbangan dari Malang.. hehehe…. Dan pertama kalinya juga pergi ke Jakarta sendirian, biasanya kan rame2 atau ada teman, kali ini sendirian. Pesawat di jadwalkan berangkat pada pukul 09.30, jadi mulai jam 8.30 aku sudah check in dan duduk manis di ruang tunggu bandara abdurahman saleh yang sudah bagus itu. Ketika sedang asyik menunggu, aku lihat ada maskapai lain yang sedang delay, harusnya berangkat sebelum pesawatku, mungkin ada masalah ama pesawatnya, begitu pikiranku. Eh, ternyata pesawatku juga tak kunjung berangkat, padahal sudah ada di landasan, dan ternyata pemberangkatan di batalkan karena ada erupsi gunung Bromo. Jadilah kepanikan di sana, para penumpang langsung pergi ke CS masing2 maskapai.

Di Abdurahman Saleh ada 3 maskapai saat itu yang melakukan pembatalan penerbangan, yaitu Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Citilink. Dari ketiga ini, aku melihat Garuda Indonesia yang paling mantap pelayananna ya. Begitu dikabarkan bahwa ada pembatalan pemberangkatan, secara cepat mereka langsung mengalihkan penerbangan ke bandara Juanda Surabaya dan menyediakan bus untuk mengantar para penumpang ke sana. Sementara Citilink bisa membantu untuk re schedule untuk kemudian aku bisa ke cs dan kembali check in lagi dari juanda, tapi dengan biaya transport ke sana sendiri. Wah memang tidak salah jika harga lumayan jauh berbeda ya antara Garuda Indonesia dengan maskapai lain, karena pelayanan mereka pada penumpang juga sangat bagus. Perlu deh kapan lagi pakai Garuda Indonesia… hehehe… *bukan Promosi. Okay, jadilah aku memilih penerbangan dari Juanda, tapi bukan mendarat di Halim Perdana Kusuma seperti rencana awal, tapi aku mengubah ke Cengkareng dengan pertimbangan pasti banyak penumpang dari Malang yang mengambil jam dan tujuan yang sama. Pesawatku dijadwalkan berangkat pada pukul 7-an malam, dalam pikiran waktu itu kalau sampai ini batal, alamat sumbangan gratis ke penginapan dan tiket pulang dari Jakarta, itu aja sih. Karena melihat jadwal kereta dan menipiskan uang di dompet yang ada saat itu.. hehehehe…. Mau gak mau kalau batal, ya harus balik ke Malang dan merelakan Gashuku.. hehehe, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, aku di berangkatkan… hahaha

Singkatnya sesampai di Jakarta adalah jam 20.30-an, dan setelah bermacet2 ria, jadilah sampai di penginapan pada pukul 22.30. Untung selama perjalanan sempat beli makanan buat dimakan di penginapan, yah McD jadi pilihan yang tepat karena dekat dengan penginapan dan sekalian satu jurusan ke penginapan dari bandara. Dan sesampai di penginapan yang dilakukan adalah bongkar2 packingan, makan, mandi, online bentar, kemudian tidur dengan bahagia. Rencana awal untuk bisa jalan2 ke FX Mall, atau Senayan City berubah drastis menjadi wisata airport Malang-Surabaya dengan konidisi sedikit panik tapi wajah tenang, hehehehe… jadi dinikmati saja…. Apalagi di bandara, yah lumayan ada beberapa “pemandangan” yang indah2 lah, cuma bisa di pandangan aja, namanya juga pemandangan. hehehehe….

Gashuku hari pertama segera di mulai pada hari sabtu tanggal 12 Desember 2015, pagi hari diisi dengan sarapan nasi goreng sosis dan jus jeruk membantu menambah tenaga untuk melewati hari pertama ini. Pertamakali datang masih sepi, hanya ada beberapa sensei yang baru datang, sementara para peserta belum pada datang, padahal sudah jam 8.30… hahahahhaa… sempet berpikir apa ini batal lagi ? masa karena erupsi bromo ? hehehehe…. tapi ternyata salah, tak berapa lama, sudah kembali ramai dojo dengan kenshin2 dari berbagai dojo dan daerah. Gashuku hari pertama sudah dimulai dengan shomen suburi sebanyak 500 kali, lumayan bikin keringatan dan mengepel lantai dojo dulu hehehehe…. kemudian berlanjut dengan latihan melangkah. Nah latihan satu ini cukup membuat kaki pegal, awalnya…… dan lama2 mulai terasa agak2 tegang dan berpotensi kram… masih berpotensi lho… hehehe… gimana tidak, kita harus berjalan cepat dan ketika ada aba2 dari Shiota sensei, seseorang yang ada di balik latihan gashuku kali ini, kita harus membalikkan badan atau harus mundur, begitu terus dari ujung sampai ujung hall JJS, Jakarta Japanese School…. hehehehe… buat yang langsing2 sih enteng, nah yang buat badan2 langsung macam aku gini ya bahaya… hahahahaha…. tapi untunglah tidak berlangsung lama dan ada istirahat lumayan yang bikin bisa relax kaki sebentar. Tapi itu belum selesai dalam 1 sesi, kemudian berlanjut dengan latihan kihon dan control shinai. Ini latihan sangat bagus buat para kenshin, untuk hal itu tak akan aku share di sini sih, biar yang lain bisa ikutan Gashuku hehehehe… 😛
12339652_10153791592062943_7030819258399863991_o
Hari pertama gashuku banyak diisi dengan latihan kihon dan seperti biasa, diakhiri dengan godou keiko dengan para sensei. Yah hari pertama masih banyak yang berdiri kokoh dan pura2 kokoh… hahahahaha… sebenarna memendam perasaan lelah yang sangat mendalam…. hahahhaa… Setelah Gashuku, seperti event2 biasa aku ikut, adalah dinner bersama dan kali ini di Rasane Seafood restoran yang sebenarnya nggak terlalu jauh dari penginapan ku, masih di Bintaro juga. Bersama dengan Aulia dari Medan dan Mas Erman yang dari Malang juga, berngkatlah bersama-sama setelah mandi2 ganteng di penginapan. Dan sesampai di sana, lagi2 kita telat dan makanan sebagian besar sudah habis, tapi untung masih ada sisa yang belum terjamah yang lain, jadi yah dihabiskan saja… hahahaha… di sini yang enak kepiting nya lho… hahahahaha…. Selain acara makan2, welcome dinner juga ajang buat saling akrab dan kenal antar sesama kenshin dari daerah lain, seperti Medan, Jogja, Jakarta, Bandung, dan sensei2 juga. Yah mungkin yang cowo ada rasa2 pengen kenalan dan deketin anggota dojo lain, di sini sah buat kenalan kok. Atau mungkin yang cewe mau selfie dengan aku yang dahsyat ini juga boleh… huahahahahaha… #abaikan… Dan juga acara yang tak kalah seru adalah adu panco, dan di acara ini, aku kalah… hahahahhaa memalukan…. hahahha tapi menyenangkan. Okay, setelah semua kenyang dan hari mulai malam, mulailah berpamitan satu persatu balik ke penginapan, rumah, dll untuk mengikuti gashuku hari kedua besok.

12377963_10153791592332943_6317029306468737497_o
Gashuku hari kedua diawali lagi dengan shomen suburi, tetapi kali ini hanya 300 saja…. iya HANYA 300 saja!! dengan kondisi badan yang mulai pegel2. Dan tak lupa, latihan langkah lagi yang kali ini dibagi group tua2 dan muda2… hahahahaha…. Jadi ya begitulah….. tetapi menu hari ini tak sepadat menu hari sabtu kemarin, hari ini adalah shiai atau untuk pertandingan. Yah untuk hal ini tampaknya tak perlu di ceritakan detailnya, karena postingan ini sebenarnya bukan untuk menceritakan apa saja yang di dapat di gashuku, tetapi bagaimana suasana di sana… hahahahaha… Di hari kedua ini meski menu tergolong agak ringan, tapi banyak juga yang tumbang, mungkin karena akumulasi lelah sehingga badan banyak yang sudah “hancur”, termasuk aku hahahaha…. Aku tidak bisa mengikuti acara hingga selesai, selain karena cedera, juga akan mengurus tentang tiket pesawat yang mengalami kemunduran hingga pukul 20.30, jadi aku harus segera ke Halim Perdana Kusuma untuk mengurus nya ke waktu yang lebih dekat dengan jadwal semula, 18.55.
12341460_10208374496108009_7545231268464230925_n
Selama perjalanan jadi pemikiran bahwa Gashuku penutup tahun ini sangat berkesan. Bukan hanya tentang materi yang diberikan para sensei  Jakarta, tetapi juga kepedulian pada anggota kendo yang tergabung dalam IKA ini, mau jauh2 datang untuk latihan. Selain itu buat aku pribadi ada pengalaman dari segi perjalanan juga sih, yang baru pertama aku rasain bagaimana paniknya pesawat kena delay, mengatur jadwal keberangkatan lagi, dll… hahahaha… Dan beberapa hal yang di sesalkan mungkin peserta yang mengikuti masih saja wajah2 “lama” yang seharusnya acara seperti ini bagus diikuti oleh mereka yang masih baru dalam kendo dan masih pengen menggali lebih banyak skill mereka. Banyak sih aku dengar dari beberapa senior juga katanya para kohai takut dengan gashuku, yah ini mungkin karena satu-dua oknum yang menakut-nakuti dan parahnya terkadang itu juga seniornya sendiri di dojo… hehehehehe…. nanti kamu gini, gitu, tapi sebagai senior di dojo, aku tidak mengelak bahwa latihan di gashuku lebih berat dari latihan biasa, tetapi jika tidak dilatih, bagaimana kita bisa maju dan jadi lebih baik ya. Nah dari situlah aku berusaha mendorong semangat para kohai, bukan semakin menakut2 in. Tapi memang keiinginan aku dan senior2 dojo lain tidak bisa dipaksakan pada para kohai, cuma bisa berharap dan mendorong mereka agar bisa mengikuti acara2 seperti ini. Yah, sangat berkesan dan banyak ilmu dari Gashuku ini dan semoga kedepan bisa jadi lebih baik. Akhir kata, pesawat berangkat dengan jadwal yang tepat dan mendarat mulus di Juanda Surabaya. Dan aku baru sampai di rumah pada jam setengah 1 pagi.

Terimakasih…. 😀

Kendo, The way of sword

Dalam setiap olahraga beladiri, Jepang khususnya, selalu menekankan hormat pada lawan (respect) dalam kita berlatih. Sikap saling menghargai lawan juga di tanamkan dalam setiap beladiri, tanpa harus kita bersikap jumawa atau sombong jika kita lebih hebat dari lawan kita. Dari sejak SMP kelas 1, aku mulai mengenal olahraga beladiri, ini dimulai dengan karate dan aku tergabung dalam perguruan Institut Karatedo Indonesia (INKAI). Dasar2 olahraga beladiri tangan kosong ini pun tetap memegang teguh hormat kepada lawan, bahkan sebelum memulai latihan kita ada upacara dengan mengucapkan janji karate, yang kira2 bunyinya seperti ini :

Sumpah Karate :
1. Sanggup memelihara kepribadian

2. Sanggup patuh pada kejujuran

3. Sanggup mempertinggi prestasi

4. Sanggup menjaga sopan santun

5. Sanggup menguasai diri

Itu adalah sumpah yang selalu kita ucapkan setiap akan memulai latihan dan sesudah latihan. Memang hanya sebuah ucapan, tetapi jika kita katakan ber-ulang2 dan secara intens, secara tidak sadar akan masuk dalam alam bawah sadar kita dan akan terbentuk dalam sikap kita se-hari2. Yah kira2 9 tahun aku berada di dunia per-karate an, yang nantinya akan aku jadikan perbandingan dengan jalan yang aku dalami sekarang ini.
Maai
Menginjak pada tahun 2009, aku mengenal Kendo, the way of sword. Kendo bisa dibilang adalah modernisasi dari latihan para samurai jaman dahulu. Jika jaman dahulu para samurai berlatih untuk pedang dengan pakai pedang2 kayu atau bahkan pedang sungguhan, sekarang lebih di modern kan dengan pedang bambu, shinai. Pengajaran yang hampir sama ada dalam kendo, yaitu menghargai lawan, sikap terhadap lawan, bagaimana membawa diri dalam dojo atau diluar dojo, menghormati para senpai/sensei, dll. Tapi ada beberapa perbedaan dari kedua beladiri ini. Jika kita mengenal beladiri secara umum, ada tingkatan2 tertentu, dalam hal ini grade atau sabuk. Jika di karate dari putih, kuning, hijau, biru, coklat, dan hitam dengan grade2 semacam kyu 10 – kyu 1 baru setelah itu DAN, hal yang sama juga ada dalam kendo, tetapi tidak ada penanda untuk grade/tingkatan.

Lalu bagaimana menilai nya ?

Selain bisa melihat saat upacara sebelum dan sesudah latihan dimana yang paling kanan adalah yang mempunyai grade tinggi, grade seseorang dalam kendo, bisa dilihat dari gerakan mereka saat berlatih. Biasanya grade ini hanya diketahui oleh komunitas sendiri, si A itu DAN 1, si B itu Kyu3, dst. Para kenshin (sebutan untuk praktisi kendo), sedari awal sudah diajarkan untuk tidak show off dalam tingkah laku mereka di dalam dojo dan dilihat oleh orang luar dojo. Cukuplah hanya mereka sendiri yang tahu seberapa hebat skill yang dimiliki seseorang itu.

IMG_2457

Dalam kendo juga kita diajarkan untuk lebih bisa menghargai lawan dan “membunuh” mereka dengan cara yang terhormat. Dalam setiap latihan atau pertandingan kendo, setiap kenshin wajib melihat bagaimana kondisi shinai mereka. Ada yang pecah kah atau rusak kah, itu tidak boleh dipakai, jadi benar2 harus bagus untuk dipakai, bahkan jika pecah dan ada selotip, itu pun juga tidak boleh. Jadi benar2 harus menjaga keselamatan lawan kita. Lalu juga menghargai lawan dalam hal ini adalah tidak adanya selebrasi jika kita menang atas lawan kita, atau ekspresi2 provokatif yang membuat down sang lawan, kita tetap harus menghormati lawan kita. Jika kita melakukan hal itu pada saat pertandingan, poin kita bisa di cabut kembali dan mendapatkan pelanggaran. Itulah kendo.

Semangat pantang menyerah juga adalah hal yang patut ditanamkan dalam setiap kenshin. Tidak mudah bergerak fleksibel dengan memakai pelindung (bogu), yang beratnya kira2 5 kilogram sambil berusaha memukul titik2 poin lawan kita secara terus menerus. Belum lagi ketika berangkat dan pulang latihan, kita diwajibkan membawa bogu itu untuk dirawat. Mungkin beberapa dojo di Jepang ada tempat khusus di dojo mereka, tetapi berbeda dengan kendo di Indonesia. Kita diajarkan untuk bertanggungjawab akan hal ini, meski itu hanya pinjaman dari dojo, tetapi wajib bagi kita merawatnya.

Kendo_edit_by_Sturmgeist
Dan yang terakhir, ketika sudah beranjak menjadi seorang senior (senpai), wajiblah bagi setiap kenshin menjadi contoh bagi para juniornya (kohai) dari segala sisi. Mungkin tidak bisa dalam hal karakter, tetapi mulailah dari setiap sopan santun, tata krama kita di dojo dan pastinya semangat kita. Jadi, buat para senior yang mungkin mempunyai kohai yang malas2an latihan, mulailah semangat dari diri kalian sendiri. Karena aku yakin sebuah energi yang dibawa seseorang, bisa mempengaruhi yang lain, karena itu mulailah dari energi yang positif.

Kesimpulannya, sebuah beladiri bukanlah hanya sebuah ajang kita menjadi orang yang kuat dengan skill berkelahi yang hebat, tetapi jika kita mau lebih mengenalnya lebih dalam, itu dapat membuat hidup kita berubah menjadi lebih baik, karena apa yang diajarkan adalah baik adanya untuk bekal hidup kita. Dalam hal ini aku pernah belajar dari 2 aliran beladiri berbeda tetapi dari satu negara yang sama, dalam karate aku bisa belajar tentang bagaimana harus bersikap menghadapi orang lain, tetapi di kendo aku bisa belajar bagaimana seharusnya aku bisa membentuk cara pikir, karakter, dan hidup yang bisa lebih baik.

Untitled-1 copy