Bullying dalam Kendo

Halo, selamat tahun baru 2016, mohon bantuannya untuk tahun ini dan bimbingannya… hehehehe. Ini juga merupakan postingan pertama di tahun 2016 lho… hahahhaa…
Maaf jika akhir2 ini jarang posting, yah selain banyak keperluan lain, juga kadang lagi malas nulis aja hehehehe…. Ok, kembali pada judul, Bullying dalam kendo. Aku tertarik mengambil judul ini setelah melihat sebuah artikel dari blog kendo di sini. Kemudian aku coba menggambarkan dalam rutinitas dalam keseharian dojo kendo sih, dan isi dari artikel itu cukup membuat aku berpikir tentang attitude ku dan yang lain dalam dojo, apa sudah benar ya ? hehehe…

IMG_0029

Bullying  adalah asal kata dari bully yang berarti “ancaman”, biasanya hal ini terjadi pada mereka yang lemah. Tindakan ini bisa bermacam2, dari hal verbal bahkan sampai fisik. Dari verbal mungkin seperti membentak, mengancam, menghina, bahkan berkata2 kasar, kalau dalam hal fisik sudah berarti memukul, mendorong, dll yang pastinya itu berhubungan langsung dengan fisik dan membuat tak nyaman. Akibat dari bullying ini bagi mereka yang tidak sanggup menghadapinya bisa berakibat macam2, seperti minder, tertutup dan menjadi takut, serta yang parahnya bisa berakibat stress yang berujung pada kematian, bunuh diri. Karena itu tidak heran jika beberapa waktu belakangan ini event2 seperti MOS, OSPEK, dll banyak diawasi oleh guru atau bahkan ditiadakan, karena hal ini sangat rentan dengan bullying.

Lalu apa hubungannya dengan kendo ?

Layaknya seni beladiri lain, pasti ada sedikit banyak bullying dalam sebuah komunitas seperti ini. Tak hanya dalam hal secara fisik, tetapi juga non fisik atau verbal. Hal ini bukan berarti komunitas itu seperti ini atau seperti itu, ini biasanya terjadi dari seorang OKNUM yang melakukan tindakan seperti itu, bukan berarti semua anggota begitu tetapi jika OKNUM itu adalah seseorang yang terpandang di komunitas tersebut, bisa jadi di contoh oleh para junior mereka. Kendo sangat rentan juga dalam hal2 seperti ini karena juga banyak kontak fisik dalam kendo, bahkan mungkin ada ketakutan dalam diri setiap kenshin muda atau beginer saat pertamakali harus sparring dengan mereka yang lebih pengalaman padahal masih belum saling serang. Selain itu sikap pantang menyerah dan disiplin yang ditanamkan dalam diri masing2 kenshin membuat para senior atau pelatih harus bekerja keras untuk membentuk sikap seperti itu, dan bisa dibilang akan sangat bisa berimbas bullying dalam proses pembentukannya.

Karakter tiap manusia berbeda2, begitu juga dengan para senior yang ada di dalam komunitas kendo. Ada yang keras, lembut, logis, dll, ada macam2 karakter, begitu juga dengan kenshin2 muda yang juga bermacam2 karakter. Penyampaian materi pun juga bermacam2 dari masing2 orang, begitu pula penerimanya. Pernah aku lihat seorang senior yang keras dalam menyampaikan materi pada para juniornya yang bermacam2 karakternya. Tak jarang saat junior melakukan salah, senior menegurnya dengan keras, bahkan saat sparring sang senior beberapa kali “menghajar” si junior karena tidak paham materi yang diberikan hingga si junior jatuh bangun menghadapi sang senior. INi bisa dibilang tindakan bullying.

Lantas bagaimana seharusnya menghindari hal tersebut dalam kendo ?

Berlatih kendo itu banyak manfaat dan tujuannya, jika kamu ingin berlatih untuk fisik mu, kendo bisa melakukan itu. Berlatih dengan keras dengan tujuan membuat fisikmu lebih bagus, kamu bisa melakukan setiap gerakan kendo itu. Berlatih kendo dengan tujuan mendapatkan banyak teman, bisa juga kamu lakukan karena memang belakangan ini semakin banyak mereka yang mulai suka dengan beladiri satu ini. Tetapi hal yang penting dalam berlatih kendo adalah MELATIH KARAKTER DALAM DIRI MU SENDIRI. Inti dari belajar kendo dan apa yang diajarkan adalah melatih jiwa kita, melatih hati, dan cara berpikir kita. Kamu bisa berlatih kendo dengan tujuan supaya badan bagus, banyak teman, dll tapi ingat, dalam berlatih kamu juga harus melewati latihan untuk dirimu sendiri, karakter mu sendiri.

Menjadi seorang senior dalam sebuah dojo kecil di kota Malang ini, bukan hal mudah dalam melatih kenshin2 muda yang ingin mengenal kendo. Membentuk sebuah karakter orang lain seperti apa yang sudah tertulis secara paten dalam Jalan Pedang ini memang tidak mudah. Terkadang ada cara tegas dan keras dalam membentuknya, tapi sebisa mungkin itu tidak membuat si kenshin muda ini terasa terancam atau ter bully. Beruntung dalam menyampaikan materi dan share ilmu dalam setiap latihan aku memiliki senior2 dan sensei yang lebih berpengalaman. Beberapa kali mungkin tindakan ku mengarah pada bullying pada para junior, tapi mereka selalu mengingatkan kembali pada tujuan awal aku melatih mereka. Membentuk karakter tidak harus dengan bulllying, banyak metode yang bisa diterapkan dan itu lebih baik pastinya. Tidak ada kan di dunia ini orang yang suka di bentuk dengan bullying. Jika kita membentuk karakter seseorang dengan hal seperti itu, bisa jadi orang tersebut menjadi lebih buruk sikap bullying nya pada junior2 nya kelak.

Jadi, kendo memang sangat rentan dengan sikap bullying, tetapi hal itu bisa di hindari dengan sadar akan inti utama dalam kendo, melatih mental, pola pikir, dan sikap kita sesuai dengan jalan pedang. Penting juga buat kita memberikan pengertian dalam setiap tindakan junior kita apakah sudah sesuai atau tidak. Sebagai seorang yang lebih pengalaman dalam hal melatih gerakan , cara memukul, dll, jangan sekali2 menggunakan gerakan yang bahkan juniormu pun belum tau bagaimana cara mengantisipasinya. Serta paling penting adalah cara penyampaian setiap materi dan tutur kata dalam latihan.

Semoga artikel ini bermanfaat… selamat beraktifitas … 🙂

Penulis: kuma

Yang punya ni e'Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: