Kamus Kendo part 2

Setelah kemarin belajar tentang tata cara dan istilah2 nya dalam bahasa jepang, kini di part 2 ini, aku akan coba jelaskan istilah untuk teknik2 dalam kendo. Entah itu nama2 pukulan dan gerakan yang dilakukan. Selain itu juga akan akan sedikit aku jelaskan tentang nama2 perlengkapan dalam kendo. Okay, let’s cekidot!!

– Perlengkapan Kendo dan Baju

1. Bogu
adalah sebutan untuk satu set men, kote, do, dan tare.

2. Men
Pelindung kepala

3. Kote
Pelindung tangan

4. Do
Pelindung perut

5. Tare
Pelindung pinggang dan kemaluan.

6. Tenegui
Kain untuk menyerap keringat sebelum memakai men.

7. Shinai
Pedang bambu dengan empat bilah.

8. Bokken / Bokuto
Pedang kayu, biasanya penggunaan saat berlatih Kata.

9. Himo
Tali pada bogu, penggunaan kata himo diawali dengan dimana tali itu berada, contoh Men-himo, Do-himo, atau kote-himo.

10. Tsuru
Tali yang ada pada shinai, pada saat melakukan kamae, tsuru harus selalu berada di atas.

11. Kensen
Bagian ujung shinai yang biasanya menghadap pada lawan.

12. Keiko gi / Kendo gi
Pakaian untuk berlatih, atau pakaian untuk berlatih kendo dan biasa terbuat dari katun

13. Hakama
Celana yang menyerupai rok, dan ini biasanya menjadi ciri khas kendo.

404228_10150492581585559_843430558_8908422_148782064_n
– Gerakan dasar

1. Ashi-sabaki
Adalah kuda2 atau footwork dalam kendo. Dalam ashi-sabaki ada beberapa macam gerakan, yaitu :

– Ayumi-ashi : Gerakan berjalan seperti orang berjalan biasa.

  – Okuri-ashi  : Gerakan berjalan dengan kaki kiri di depan (gerakan yang biasa dipakai dalam kendo)

– Hikari-ashi  : Gerakan berjalan ke samping dengan badan diagonal, atau serong.

– Tsugi-ashi   : Gerakan dimana kaki kiri ditarik mendekat ke kaki kanan sebelum berjalan maju.

2. Fumikomi
Gerakan menghentak kan kaki ke lantai dengan kaki depan untuk menggerakan badan maju, sehingga pukulan menjadi stabil.

3. Kamae
Adalah sikap siap dengan shinai di tangan dan kuda2 yang benar. Ada beberapa macam kamae, diantaranya adalah Chudan-kamae, hidari-jodan, migi-jodan, hasso, waki-gamae, dan gedan

4. Kiai
Terikan dengan penuh semangat.

5. Ki-ken-tai-ichi
Ki yang berarti spirit atau semangat, Ken yang berarti pedang, Tai yang berarti badan. Tiga elemen ini harus bisa menjadi satu untuk bisa melakukan satu pukulan yang baik dan benar.

6. Maai
yang berarti jarak antara kenshin / kendoka dengan lawan. Ada beberapa macam kamae, adalah :

– Issoku-itto-no-maai : ini adalah jarak fundamental dalam kendo. Dimana jarak yang memungkin kan seorang kendoka bisa memukul lawan dengan satu langkah, dan lawan bisa menghindari pukulan dengan satu langkah kebelakang.

– Toma : Jarak yang lebih jauh dari pada Issoku-itto-no-maai. Jarak dimana kedua kendoka tidak dapat saling memukul.

– Chikama : Jarak yang lebih dekat dari Issoku-itto-no-maai. Dimana jarak ini memudahkan untuk memukul lawan dan juga menahan serangan lawan.

7. Motodachi
Kendoka yang menerima pukulan, atau bisa dibilang sasaran target.

8. Kakarite
Kendoka yang memukul atau menyerang.

9. Seme
Inisiatif untuk mengambil jarak mendekat pada lawan dengan penuh semangat / spirit.

10. Sonkyo
Posisi jongkok dengan kaki kanan di depan menghadap lawan, kaki kiri di samping sehingga membentuk huruf “L”. Gerakan ini adalah gerakan wajib saat berhadapan dengan lawan sebagai tanda meghormati.

11. Tai-atari
Gerakan mendekat lawan setelah melakukan pukulan, bahkan bisa saling bertabrakan.

12. Tenouchi
Gerakan tangan keseluruhan ketika memukul atau merespon pukulan. Termasuk bagaimana menyeimbangkan pemakaian kedua tangan pada shinai dan cara memegang shinai.

13. Zanshin
Respon tubuh dengan membalikkan badan pada lawan setelah memukul dan siap untuk kembali menerima serangan.

Okay guys, mungkin sebegitu dulu untuk bagian kedua ini. Untuk lebih jelasnya mungkin bisa ditanyakan pada senpai atau sensei kalian di dojo masing2 ya. Semoga bisa membantu. Happy reading.

Kamus Kendo Part 1

Halo guys,
Dalam kendo, banyak sekali istilah2 dalam bahasa Jepang yang mungkin bagi sebagian kita sulit di mengerti atau apa maksudnya. Biasanya hal ini terjadi pada beberapa anggota baru, bahkan tidak menutup kemungkinan yang anggota senior juga agak kurang paham dengan istilah atau nama dari gerakan yang ada dalam kendo. Nah pada postingan kali ini, aku coba share sedikit tentang pengetahuan ku tentang istilah2 dalam kendo yang sering dijumpai atau sering aku lakukan di dojo. Cekidot !!

IMG_1180

– Kalimat yang sering dan wajib di katakan saat latihan

1. Onegaishimasu
Kalimat ini berarti “Mohon bantuannya”, diucapkan saat upacara akan latihan ketika “Otagai-ni-rei” atau “Sensei-ni-rei” dan juga saat berlatih berhadapan dengan kawan.

2. Arigato gozaimasu
Kalimat yang berarti terimakasih ini juga diucapkan pada kondisi yang sama dengan di atas, tetapi setelah selesai latihan dan berlatih bersama kawan.

– Istilah dalam upacara sebelum dan selesai latihan

1. Seiretsu

Ini adalah perintah awal saat upacara awal dan akhir latihan. Setiap mendengar aba2 ini yang biasanya di teriakkan oleh anggota paling senior, para peserta latihan wajib berbaris dengan cepat.

2. Seiza / Chakuza

Perintah ini adalah perintah duduk ala Jepang dengan kedua kaki ditekuk ke belakang.

3. Mokuso

Mokuso adalah perintah untuk menenangkan diri dan pikiran agar lebih fokus pada latihan dan pelajaran yang didapatkan setelah latihan. Gerakan ini biasanya dilakukan sambil menutup mata dengan tangan membentuk huruf O dan tangan kiri di atas tangan kanan.

4. Yame
Berhenti, atau mokuso selesai.

5. Shomen-ni-rei
Ini adalah sikap menghormat kepada altar / pemilik dojo sebagai rasa terimakasih boleh memakai tempat ini untuk berlatih kendo.

6. Otagai-ni-rei
Saling menghormat kepada teman yang berlatih bersama dalam satu dojo.

7. Sensei –ni-rei
Hormat kepada sensei (guru)

– Perintah dasar
1. Rei
Ini berarti hormat, atau memberi hormat.

2. Hajime
Perintah ini adalah perintah menyuruh melakukan, atau mulai

3. Yame
Berarti perintah untuk berhenti, atau stop.

4. Nuke-to
Perintah ini adalah perintah untuk mencabut pedang dan bersiap dengan posisi chudan no kamae.

5. Osame-to
Perintah ini untuk kembali menyarungkan pedang, atau kembali memegang pedang dengan posisi normal, kembali memegang ke tangan kiri.

Mungkin ini hal2 dasar yang perlu diketahui  buat teman2 yang baru ikut kendo dan agak bingung bagaimana harus bersikap dalam dojo. Beberapa dojo mungkin ada tambahan dan istilah sendiri, tetapi secara umum inilah yang aku tahu saat berkunjung ke beberapa dojo di Indonesia.

What you learn from Kendo ?

Apa yang kamu pelajari dari Kendo ?

Kira2 begitulah arti dari judul postingan kali ini. Kalau yang tanya teman sih, mungkin bakal di jawab slengek an, tapi kalau yang tanya senpai yang kita takuti atau mungkin sensei, harus hati2 jawabnya.

SONY DSC

Jadi, Apa yang aku pelajari dari Kendo ?

Nah, kalau aku yang ditanya seperti ini, apa ya kira2 jawabannya ? ehehehehe…. Buat aku, apa yang aku pelajari dari kendo adalah banyak hal dan itu akan selalu berkembang, tidak berhenti pada satu titik saja. Belajar Kendo adalah pelajaran seumur hidup, jadi buat orang2 beladiri yang benar2 mendalami, akan terlihat bagaimana puluhan tahun bahkan sampai meninggal, mereka tidak akan meninggalkan “jalan” ini. Pada awalnya bergabung dengan kendo, aku sebenarnya bosan dengan olahraga yang itu2 saja, aku ingin mencoba hal baru. Setelah mulai mengenal kendo, mulailah timbul keinginan buat menjadi yang terbaik, atau biasa disebut glory hunter.  Apalagi dibantu dengan latar belakang pernah menjadi atlit amatir, hal ini membuat ku tau bagaimana untuk bisa mendapatkan predikat semacam itu. Dalam perjalanan Glory Hunter itu, terbesit juga keinginan untuk menjadi yang tertinggi dalam tingkatan, mulailah dengan mengejar tingkatan.

Tetapi, apa yang semua kita kejar itu, pasti ada masa nya dan tidak bisa seterusnya begitu. Ada sebuah perkataan dari seorang teman, “Semakin kita menginginkan, semakin sakit rasanya saat kita tidak bisa mendapatkan”. Yah memang benar adanya seperti itu, perjalanan tidak semulus perkiraan dengan bayangan menjadi yang terbaik di dalam olahraga ini. Ingat masih ada langit diatas langit, lebih baik jika merunduk. Hal tersebut sempat membuatku down dan berhenti saja dari olahraga ini. Tetapi jika berpindah olahraga saja demi mengejar kemenangan, itu juga tidak aka nada habisnya, karena pasti ada yang menang da nada yang kalah.

Berjalan dengan waktu, mulailah lebih belajar tentang apa yang sebenarnya aku cari dari Kendo. Kendo mengajarkan kita menjadi orang yang lebih percaya diri. Setiap teriakan saat latihan dan memukul lawan, adalah bentuk sebuah rasa percaya diri. Semakin kencang teriakan kita, semakin kita merasa yakin akan kemampuan kita. Langkah pertama saat menghadapi lawan adalah sebuah keyakinan, jika kamu melangkah mundur, berarti perlu dilihat lagi apakah kamu sudah yakin dengan dirimu ?

Selain itu, jiwa pantang menyerah dalam Kendo, secara tak langsung bisa membuat cara berpikir dan bertindak ku dalam kehidupan se-hari2 pun berubah. Pemikiran pantang menyerah dan melepaskan semua pemikiran negatif sudah mulai menguasai. Mewujudkan sebuah mimpi pun aku juga harus bekerja keras tanpa pantang menyerah. Benar kata sensei, saat kita merasa sudah pada ujung kemampuan atau batas kita, jika melakukan satu kali lagi kita sudah maju satu langkah. Dan sampai sekarang pun dan sampai kapanpun, sepertinya aku akan terus belajar hal itu dalam kendo. Masih banyak hal yang perlu aku pelajari dalam olahraga seumur hidup ini.

So, what you learn from kendo ?