Latihan Tidak Pernah Bohong

“Latihan tidak pernah bohong”, itu kata-kata dari Sudo sensei yang selalu terucap setiap kali kita latihan atau sehabis latihan. Bahkan di beberapa kesempatan saat makan malam bersama setelah latihan, sensei tidak pernah bosan untuk memberitahukan hal tersebut.

Yah, memang sesuatu yang selalu dilatih itu secara intens atau terus menerus bisa membuat badan kita ini terbiasa dengan gerakan-gerakan tersebut. Atau perumpamaan seperti pisau, jika dia diasah terus secara teratur, pasti ketajamannya akan selalu terjaga juga. Begitu juga kendo, meski gerakannya monoton, tetapi jika kita melakukannya dengan benar, pasti akan bermanfaat bagi diri kita sendiri.

“Latihan tidak bohong ? tetapi dia jarang latian bisa jadi juara, lha aku yang sering latihan masih kalah saja”

Ungkapan diatas sering aku dengar dari teman-teman atau para kohai yang sepertinya kurang puas dengan hasil turnamen yang mereka dapat. Ucapan seperti itu sempat tertanam di pikiran ku, bahkan mental merasa down kalau tahu bahwa lawan kita orang yang mungkin jarang latian, atau intens latiannya kurang dari aku yang bisa seminggu dua sampai tiga kali latihan demi mendapatkan hasil terbaik di turnamen yang aku ikuti. Tetapi seiring berjalannya waktu, aku mulai paham bahwa pemikiran seperti itu tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak sepenuhnya benar. Hal seperti itu kembali lagi ke DIRI KITA SENDIRI.

Ada beberapa hal yang perlu dipikirkan sebelum terucap ungkapan atau asumsi seperti itu dalam mulut atau pikiran kita. Nah, coba deh pikirkan dan jawab dengan jujur pada dirimu pada hal-hal ini :

  1. Sudah latihan dengan benar ?

Gimana nih maksud dengan latihan yang benar ? apakah gerakan harus benar ? atau memilih pelatih yang benar ? Kalau masalah gerakan pastinya harus benar, tetapi yang lebih penting adalah apakah sudah fokus saat latian dengan setiap gerakan dan target nya, jika masih sekedar asal-asal an cuma sekedar banyak suburi atau banyak lari puterin dojo sih sudah nggak benar. Lalu apa fisik sedang fit dan siap buat menerima menu latihan dari sensei / senpai di dojo ? kalau hanya sekedar datang, ikut di setengah jam awal dan akhirnya duduk terus sampai latihan selesai, ya mana bisa dapat hasil maksimal. 😀

 

  1. Percaya diri nggak saat bertanding ?

Waktu sudah masuk arena, apakah sudah percaya dengan kemampuan sendiri ? Hal seperti ini tidak hanya terjadi buat mereka yang masih muda atau baru pertama kali ikut kejuaraan, tetapi yang sudah sering juga banyak. Ini yang biasanya buat demam panggung, sering ke kamar mandi, gemetaran, dan lain-lain, bahkan aku juga terkadang begitu hehehe… Padahal setiap latihan tidak selalu bolos lho, kok masih nggak percaya diri ? hayooo….

  1. Gimana perasaan waktu bertanding ?

Latihan benar sudah, percaya diri ama apa yang udah dilatihkan juga udah, terus kok masih kalah ? Coba deh rasakan lagi saat kamu bertanding, jujur pada diri sendiri bagaimana perasaan saat bertanding dengan lawan di arena. Apakah sudah memberikan yang terbaik ? ataukah masih ada rasa takut terhadap lawan ? Jika masih dengan lawan banyak mundur-mundur, takut kena serang, dan lain-lain, yah tidak bisa menang meski lawannya hanya berlatih sebulan sekali juga.

Karena saat di arena itulah mental mu diuji, kepercayaan akan kemampuan dirimu sendiri diuji, keyakinan akan setiap apa yang dilatihkan itu bisa kamu lakukan dengan baik. Dan penentuan kamu bisa meraih sebuah kemenangan dalam shiai / pertandingan itu adalah dirimu sendiri, bukan orang lain. Mereka yang diluar arena hanyalah pendukungmu, bahkan pelatih yang diluar arena pun hanya bisa melihat kamu bertanding, karena itu adalah tantangan yang harus kamu hadapi dengan kemampuanmu sendiri.

Jangan mengeluh

Nah, dari tiga hal yang aku sebut diatas, semoga kalian bisa memikirkan kembali dan memperbaiki masalah dalam diri kalian untuk mencapai hasil yang maksimal. Kendo mengajarkan kita untuk mempunyai jiwa ksatria dengan semangat bushido. Kendo tidak mengajarkan kita untuk mudah menyerah, mudah mengeluh, dan menyalahkan orang lain atas kegagalan kita. Tetapi hal itu harus kembali lagi jadi introspeksi pada diri kita sendiri.

Semoga artikel ini bermanfaat buat kalian, guys.

Sankyuu 😀

 

Penulis: kuma

Yang punya ni e'Blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s