Berjaya di tanah Rival

Buat penggemar olahraga kendo, tentu sudah tidak asing dengan “panas” nya persaingan antara tim kendo Jepang dan Korea Selatan. Kedua negara ini sudah terlalu sering bertemu di partai final, bahkan bisa dibilang superior. Selain itu juga ada tim dari negara USA, Brazil, China Taipei yang juga bisa menjadi “kuda hitam” dalam dunia per-kendo an ini. Di setiap menjelang World Kendo Champhionship (WKC), selalu saja di setiap forum-forum kendo internasional akan membahas kedua negara ini. Bagi yang belum tahu, di Korea Selatan sendiri lebih dikenal olahraga Kendo dengan nama Kumdo. Bagaimana Kumdo itu ? mungkin nanti bisa dijelaskan di artikel berbeda. 🙂

Nah seperti judul diatas, kali ini aku akan membahas tentang bagaimana sengitnya pertandingan antara tim Jepang vs tim Korsel. Kenapa aku sebut ini sebagai “berjaya di tanah rival” ? karena pada WKC tahun 2018 ini diadakan di Incheon, Korea Selatan, dimana tim Korsel menjadi tuan rumah dari 56 negara peserta yang hadir waktu itu.

41732493_1204000253100344_4098231049081847808_o
credit to https://www.facebook.com/KendoPhotography/

Jalan menuju final bagi 2 tim superior ini bisa dibilang agak berbeda, tim Jepang sebagai yang diunggulkan banyak menang mudah untuk bisa lolos hingga final, dan di semifinal mereka menghadapi China Taipei (Taiwan) dengan skor 5-0. Berbeda dengan tim tuan rumah yang harus melewati partai sengit melawan tim USA yang akhirnya di menangkan dengan skor 2-0. Dan pada akhirnya dua tim super itu lagi-lagi bertemu di final. Pastinya kedua tim membawa gengsinya sendiri-sendiri. Tim Jepang sebagai tim yang belum pernah terkalahkan beberapa tahun belakangan ini pastinya masih ingin memegang rekor sempurna tersebut, dan tim Korsel sebagai tuan rumah tentunya tidak mau malu di depan public nya sendiri.

Pertandingan final pun tersaji dengan tensi panas dan bisa aku bilang banyak drama terjadi. Diawali dengan pertandingan pertama antara Yasuki Maeda vs Byun Hoon Park yang berakhir seri meski pemain pertama Korsel tersebut lebih dahulu mendapatkan poin. Di pertandingan kedua dan ketika tim Korsel harus mengakui ketangguhan Keita Hoshiko & Yuya Takenouchi yang mengalahkan mereka dengan skor masing-masing 1 ippon. Tim Jepang bisa saja mutlak menjadi pemenang jika saja pemain keempat (fukusho) Hidehisa Nishimura bisa memenangkan pertandingan melawan Mak Uk Jang. Harapan itu ada saat Nishimura bisa mendapatkan 1 poin ippon dari Uk Jang, tapi sayang di sisa waktu harus kalah dari pemain bertinggi badan 2 meter lebih itu. Pertandingan terakhir pun semakin berat dengan skor 2-1 untuk keunggulan Jepang. Pemain kelima, atau yang terakhir, Sho Ando harus menahan skor seri pertandingan melawan Jin Yong Jo jika ingin lolos sebagai pemenang. Nah disinilah pertandingan semakin seru. Bermain dengan tensi tinggi dan cenderung kasar diperlihatkan dalam pertandingan ini. Bahkan beberapa teman dari negara lain seperti bingung apakah hal seperti itu diperbolehkan, dan lain sebagainya.

japaneseplayers-1080x567-1
credit to https://kendojidai.com/

Meski terlihat bermain dengan cara kasar, tetapi hal tersebut masih tidak termasuk dalam pelaggaran dalam pertandingan kendo. Tetapi secara pribadi, aku melihat disinilah mental para pemain Jepang ini diuji. Selain karena beban mereka sebagai juara bertahan dan tim yang menjadi role model dari berbagai tim di dunia yang sekarang secara langsung melihat pertandingan mereka, tekanan dari tuan rumah juga sangat pengaruh. Aku yang berada di arena pun merasa merinding mendengar sorakan penonton saat pemain Korsel bisa mendapatkan poin, benar-benar sebuah aura yang berbeda dan bisa merasakan bertanding dengan banyak orang, bukan lagi satu tim di depan mereka saja.

Peluit pertandingan pun dibunyikan tanda pertandingan berakhir dengan skor 1-1, dan ini membuat tim Jepang lagi-lagi menjadi juara ke 16 kalinya dari 17 kali pertandingan dunia ini di gelar (pada tahun 2006 dimenangkan oleh tim Korsel). Dan diakhir pertandingan, saat mereka kembali ke tempat para pemain, aku melihat wajah bahagia dan puas setelah mengalahkan tuan rumah dengan tensi yang sangat tinggi dan tekanan yang sangat kuat dari pendukungnya. Dan tim Jepang bisa pulang dengan kepala tegak karena mereka bisa mengalahkan segalanya.

Apa yang bisa diambil pelajaran dari mereka ?

Fokus, yakin, kerja keras, dan mental kuat sebagai juara. Memang tim Jepang terdiri dari mereka yang sudah berlatih kendo dengan waktu yang lama, karena memang itu sudah tradisi mereka untuk membantuk jiwa seorang samurai. Tetapi tidak berarti juga kita sebagai bangsa Indonesia, orang Indonesia, tidak bisa seperti mereka yang mempunyai jiwa pantang menyerah dan bermental juara. Dan hasilnya, mereka bisa merayakan kemenangan di tanah rival mereka. Jika mereka bisa, kenapa kita tidak ? go Indonesia!

Semoga artikel ini bermanfaat. Terimakasih. 🙂

Malang Kendo Taikai 2017

Malang – Tahun baru 2017 ini diawali dengan turnament internal oleh anggota dojo Malang Kendo Association (MKA). Turnamen yang diadakan dalam rangka HAUL dojo Malang yang ke – 8, 13 Januari 2017 ini juga diadakan di dojo baru, Balai RW Kelud kota Malang. Turnament dimulai pada pukul 14.00 WIB –  16.30 WIB. Selain itu turnamen mini ini juga dihadiri oleh Yuji Sudo sensei selaku sensei kita juga di Jawa Timur. Pertandingan ini hanya boleh diikuti oleh under Dan dan diikuti oleh 14 orang peserta.  10 orang di men class dan 4 orang di ladies class. Adapun pada shinpan adalah para senior MKA dan SKA yang sedang hadir pada saat itu.

Pertandingan pertama adalah  untuk kelas Ladies, dimana satu group hanya ada 4 orang peserta wanita. Dan pada kelas ini di menangkan oleh Yossi V. G. dengan 3 kali kemenangan, diikuti oleh Paramita H. di tempat kedua yang menang 2 kali dan di tempat ketika adalah Laela W. dan Auliya. Kemenangan ini menjadi pelajaran penting buat pada kenshi wanita supaya lebih percaya diri dan berani dalam memukul lawan dengan yakin. Dan dalam hal ini Yossi V.G. yang menjadi pemenang lebih baik daripada ketiga lawannya.

Pertandingan seru tersaji pada kelas Men Class. Dimana ada peserta yang memiliki nilai sama di satu group. Pada Group A meloloskan Afidata Hilman alias Aka dengan mudah, sementara di group C meloloskan Ilham Harris setelah mengalahkan lawan-lawan mereka di group masing-masing. Dan pada group B yang dihuni oleh 4 orang sisanya, meloloskan Andri Adisaputra dahulu setelah menang 1 kali dengan 2 poin. Sementara untuk tempat kedua membuat Arya dan Sultan yang sama-sama memiliki 1 kemenangan dan 1 poin untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Dan akhirnya Arya mampu melangkah ke semifinal setelah menang encho dari Sultan.

Pada babak semifinal, Aka merubah style menjadi Joudan kamae, postur yang tinggi serta pengalaman membuatnya menang melawan Andri Adisaputra pada semifinal 1. Sementar di semifinal 2, Arya dan Ilham yang merupakan dua orang kenshin dengan stamina dan pukulan yang sama-sama kuat, harus berebut tempat final. Dan apes buat Arya, dia harus menyerahkan tempat final pada Ilham. Akhirnya pada final mempertemukan dua musuh bebuyutan dan anggota senior di MKA, Aka dan Ilham. Pertandingan berjalan 3 menit dan masih belum ada poin yang tercipta. Aka yang unggul postur lebih banyak menyerang, tetapi masih belum menemui sasaran yang tepat. Dan semua berakhir pada babak encho dimana Ilham berhasil mencuri poin kote dari kelengahan Aka. Hal ini membuat semua penonton bersorak dan riuh dengan tepuk tangan.

Berikut hasil lengkap dari MKT 2017 :

Ladies match :
1st : Yossi Vella Gheasanta
2nd : Paramitha Hapsari
3rd : Laela Wulandari & Auliya yulheilina

Men Match :
1st : Ilham Harris Anwar
2nd : Afidata Hilman Sabiq Sakanata
3rd : Raditya Arya & Andri Adiputra

Selamat buat para pemenang, semoga hasil ini membuat semakin bersemangat latihan ya. Buat yang belum beruntung, jangan menyerah, tetap rajin berlatih ya.

 

Perjalanan ke AKT 2016 Bangkok.

Sudah lama tidak update blog ini, sudah lama juga tidak cerita pengalaman yang di dapat sampai hari ini. Hehehehe….

Yap, sesuai judul, sekarang mau cerita tentang Asean Kendo Tournament (AKT) ke 11 yang diadakan di Bangkok, Thailand. Apa sih yang dipikirkan pertamakali tentang Thailand ? sudah pasti bencong nya atau biasa disebut LadyBoy yang konon kabar nya lebih cantik dari wanita asli…. 😮 Dan ternyata, tidak semua itu benar… hahahahhaa… nanti deh aku ceritain model gimana yang aku temuin hahaha…Selain itu, ini adalah kedua kalinya keikutsertaanku di ajang AKT, yang pertama ikut pada waktu diadakan di Malaysia 2010 silam. Sebelum berangkat ke Bangkok ini, aku terlebih dahulu search dulu lah apa saja wisata yang menarik di sana, tanpa memikirkan bagaimana nanti pertandingan, yang penting jalan2. Perjalanan kali ini berbeda dengan yang kemarin, karena ketika kembali ke Surabaya, kami akan transit dulu di Singapore. Sebenarnya nggak ada sih rencana mau ke sana, tapi karena tiket susah di cari dan harganya mahal2, akhirnya kami memutuskan untuk mencari yang low budget meski harus transit dan memakan waktu yang cukup lama.

IMG_20160708_170035
Sesuatu objek yang menarik di bandara

Tepat setelah Idul Fitri hari kedua, rombongan kendoka jatim berangkat dari terminal 2 Juanda, terminal baru lho ini. Selain 6 orang dari jatim, ada juga tambahan 2 orang dari Jakarta yang kebetulan sedang mudik dan kemudian berangkat bersama ke Bangkok. Penerbangan pertama kami langsung dari Surabaya ke Bangkok dengan maskapai yang punya motto Now everyone can fly… tau kan maskapai apa itu… hehehe… Yak kami mendarat di Dong Mue International Airport setelah 3 jam perjalanan. Ini adalah bandara tertua atau yang pertama di Thailand, karena yang baru adalah Suvarnabhumi dan juga beroperasi, jadi ya tua lah. Mungkin seperti Soekarno hatta dan Halim perdana kusuma. Nah begitu sampai, sebenarnya nggak kaget dengan banyak nya wisatawan yang sudah antri di Imigrasi. Yang bikin kaget itu petugas imigrasinya… heheehehe…. Selain mukanya sangar2, pakaian mereka menambah kesangaran, begitu juga arsitektur yang terkesan kuno, menambah ke parno an dalam pikiran ku. Hal ini serasa kembali ke jaman SMA dimana aku berada di ekskul paskibra. Semua serba disiplin, teratur, dan tertata, bahkan tak segan2 ada yang bentak sana sini. Dan kami para pengantri di imigrasi ini bagaikan junior yang siap di tempa di kawah Chandra dimuka… hahahhahaha…

IMG_20160708_174351
Selamat datang di Dong Mue

Buat aku imigrasi sih nggak masalah, lewat lah… pass….. Maklum tampang2 lugu macam aku nggak akan dicurigai… hehehhee…. Tapi beda cerita dari kawan yang lain. Ada yang ditanyain macam2 dengan petugas wanita yang terlihat mau makan orang, bahkan ada juga yang kena deportasi karena tidak bisa masuk, tapi ini bukan rombongan kita sih. Kita semua aman meski menunggu agak lama supaya berkumpul. Hehehehe…. Di bandara ini kami juga menunggu satu orang teman dari Jakarta, dan tak lama kemudian kami bertemu. Tapi sekarang yang jadi masalah adalah transport ke sana. Aku pikir di sini banyak taksi dan kita bisa naik sesuka kita di sana, seperti di Indonesia. Tetapi ternyata ada counternya sendiri dan antriannya tidak sedikit, puuuuuuuaaaannnnnjang. Setelah bagi2 tugas, ada yang nelpon Uber, Tanya2 bus kota, akhirnya dapatlah kita taksi dari counter itu. Oh iya, sesaat setelah sampai di sini, kita langsung beli nomor Thailand untuk koneksi internet. Tidak kenceng sih, tapi lumayan buat Whatssapp an untuk bisa saling komunikasi dan itu berjangka hanya seminggu. Dan masalah masih belum sampai di situ, waktu sudah pukul 19.30 waktu sana, sementara ada jadwal meeting team sebelum besok pertandingan pukul 20.30. jadilah kita segera angkat2 barang waktu ada 3 taksi datang. Dan kaget lagi lah aku, yah emang dikit2 kaget lah aku di tempat baru ini. Ternyata di bagasi taksi ada tabung nya. Entan ini tabung NOS atau tabung untuk bahan bakar, tapi ukuran yang cukup besar itu cukup menganggu juga. Akhirnya masuklah sebagian barang di dalam tempat duduk dan itu adalah shinai, panjang2 dan cukup menganggu karena banyak jumlah nya… hahahaha…

Okay, sampai sini dulu deh, cerita ini masih bersambung….. tunggu ke kagetan2 berikutnya… heheheh

Kouryuuki 8, Tournament internal Surabaya – Malang

 

img_20160214_082100.jpg

Halo guys,
Postingan kali ini edisi spesial karena termasuk laporan tentang hasil Kouryuuki ke 8 tahun 2016. Okay kita mulai saja ya…
Sebagai bentuk atau sikap pengiritan biaya untuk mengikuti tournamen dalam rangka ulang tahun kendo surabaya kali ini, para kenshin Malang berinisiatif buat berangkat jam 5 pagi dari kota tercinta. Setelah tunggu menunggu, berangkatlah kita jam 5-an (5.30 ) hehehe… yah berangkat kali ini naik patas dengan maksud supaya bisa tidur dan istirahat di bus dengan nyaman, dan ternyata harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Hahahahaha…. Sepertinya tidak perlu dijelaskan lah ya… hahaha

Sampai di Surabaya sekitar jam 7-an dan langsung dengan taxi burung biru, bukan twitter, kita meluncur ke SJS, Surabaya Japan School. Sampai di sana kita datang duluan, yah seperti biasa, mending duluan daripada terlambat ya to… hahaha oh iya, para lakon kali ini yang berangkat ada 10 orang. Selain 3 orang senior, ada juga Dave, Cacink, Akamaru, Hotaru, Gheasanta dan 2 orang debutan dari Kendo Malang, Andri dan Dian yang gi hakamnya masih bermasalah di penjahit atau penjahitnya yang bermasalah ? Hahahahaha…. Malah bahas begitu… hahaha…

Yah kita langsung aja bicara tentang pertandingan. Tournament kali ini ada 3 kelas di pertandingkan, yaitu Man, Woman, dan Team Match. Pada kelas Individual tidak terbagi berdasarkan grade seperti sebelum2 nya, kali ini di jadikan satu semua. Pertandingan pertana adalah divisi Woman, ya, ladies first. Hehehehe… bukan gt juga sih sebenarnya, tapi karena pesertanya dikit, jadi di duluin. Hahahaha… Di kelas ini wakil Malang yaitu Hotaru dan Gheasanta berada di posisi gak enak sebenarnya. Hotaru harus bertemu dengan Nee-chan yang di favoritkan juara. Dan hasilnya, Hotaru yang jarang latian karena keseringan di bekap cedera macam masuk angin, sesak nafas, murus, dll ini harus menyerah dari Nee-chan yang perkasa seperti pejantan tangguh. Hehehehe…. Lawan Gheasanta ditentukan lewat pertandingan ini dan dia harus melawan Nee-chan. Kerja bagus buat Gheasanta, dia bisa ambil 1 poin dari Nee-chan meski akhirnya di ganyang 2 ippon dan memastikan langkah ke final. Di pertandingan lain tidak kalah seru, the Mama Dedeh is come back, melawan tenaga muda Surabaya, Sandra. Entah bagaimana sang Mama diharuskan menelan pil pahit, kalah di babak pertama dan Sandra melangkah ke babak selanjutnya. Lawan yang harus dihadapi Sandra ini antara Kireina atau Adeline. Perlu diketahui dua anak ini masih sama2 sekolah, jadi kalau lihat mereka tanding seperti lihat dua anak sekolah bertengkar. Yah begitulah…. Hahahaha… singkat cerita akhirnya Nee-chan jadi juara, Sandra tempat kedua, dan Gheasanta tempat ketiga.

Berlanjut ke Divisi pria. Seperti yang dibilang di awal bahwa kali ini tournamen tidak dibagi berdasarkan grade, jadi semua digabung. Buat para junior mungkin agak minder melihat para senpai mereka bertanding di tempat sama dan mungkin bisa bertemu di lapangan hahahaha… tapi yakinlah para junior, kita juga takut malu dengan predikat kita jika sampai kalah dengan kalian.. Hahahaha…. Dan hal itu sungguh2 terjadi. Beberapa senior macam saya, pak ketua, mantan kapten Surabaya, beberapa sesepuh malang dan surabaya tumbang… hahahaha iya TUMBANG!! Para junior terlalu perkasa buat kami, mungkin mereka sudah minum extra joss atau STMJ di malam sebelumnya. Hahaha…. Di kalangan kenshi Malang, ada nama Dave yang bersinar karena mampu menumbangkan senior macam mantan kapten surabaya, dan saya yang bukan apa2. Sementara Cacink mampu memgalahkan yang di favoritkan juara, Bobo tanpa Ho alias Yusufu…. Hehehehe… meski akhirnya harus puas di tempat ketiga setelah mengalahkan cak Indura yang lama tak bersua, setelah sebelumnya kalah kan Dave di semifinal. Dan akhirnya divisi ini di juarai oleh sam Erman, Dave, dan Cacink.

Lanjut ke divisi team match, nah di team ini berlangsung seperti liga, jadi banyak2 an poin. MKA keluar sebagai juara setelah mengalahkan 2 team dari surabaya, SKA A dan SKA B.

Yah meski aku kalah dan sempat di katain sensei karena kecewa dengan penampilan ku yang dibawah perform dan cenderung teledor, tapi di sisi lain bangga juga melihat progress para kohai yang WOW itu. Kalau untuk Dave dan Cacink sih aku yakin mereka tinggal tunggu waktu untuk ambil tempat di Nasional, asal rajin latihan hehehe… Dan applause banget buat Gheasanta yang jujur aku agak kesulitan buat dia berkembang, tapi dia bisa buktikan dan ada bakat di sana, mungkin akunya belum nemu caranya saja hehehe. Tapi boleh lah di menjadi penerus dari pendahulunya si Hotaru dan Herar. Kerja bagus guys, setidaknya ada rasa aman dan regenerasi lebih baik di dojo ini, jika mungkin satu waktu nanti aku tak lagi harus bersama mereka.

Aku sendiri gimana dengan hasil itu ? Yaaaahh biar jadi urusan pribadi aku sendiri… hahahaha….

Okay guys, thanks for reading… 

Gashuku Jakarta

Hallo, yah lumayan 4 hari kemarin gak nulis atau nge-posting apapun di blog ini karena lumayan sibuk juga sih #tsah… hehehe… Yah gimana gak sibuk, aku harus selesaiin beberapa pekerjaan untuk ambil cuti libur selama 3 hari ke jakarta demi mengikuti Gashuku. Tau gak sih Gashuku ? hahahaha… Gashuku itu yang aku tahu artinya adalah latihan alam atau latihan di luar dojo, tapi beberapa ada yang bilang sebagai pemusatan latihan atau pelatihan. Yang aku tahu sih latihan alam ya, tapi gak mungkin kan di kendo mau latihan alam, di tanah2, yang ada kaki nya kemasukan cacing nanti, terus infeksi, bengkak, berakhir tragis… Hahahaha… *terlalu Lebay*. Okay, mungkin bisa di bilang training camp begitulah. Okay, mari kita mulai cerita tentang bagaimana serunya Gashuku Jakarta ini.
12357117_10153791600022943_7415187153016675225_o
Sebenarnya untuk persiapan ku buat mengikuti gashuku kali ini sudah dimulai dari 2 bulan kemarin. Jadi begitu tau tanggal fixed nya berapa, langsung deh searching tiket dan cari hotel dekat TKP (Tempat Kejadian Pelatihan). Untuk penginapan sih aku cuma ada gambaran Narwastu Guest House yang menurutku paling dekat, tapi harganya paling jauh… jauh dari harapan maksudnya… hehehe… Dan untuk kali ini, aku naik pesawat PP ambil dari Malang- Jakarta, Jakarta – Surabaya.  Yah, buat kali pertama aku naik penerbangan dari Malang.. hehehe…. Dan pertama kalinya juga pergi ke Jakarta sendirian, biasanya kan rame2 atau ada teman, kali ini sendirian. Pesawat di jadwalkan berangkat pada pukul 09.30, jadi mulai jam 8.30 aku sudah check in dan duduk manis di ruang tunggu bandara abdurahman saleh yang sudah bagus itu. Ketika sedang asyik menunggu, aku lihat ada maskapai lain yang sedang delay, harusnya berangkat sebelum pesawatku, mungkin ada masalah ama pesawatnya, begitu pikiranku. Eh, ternyata pesawatku juga tak kunjung berangkat, padahal sudah ada di landasan, dan ternyata pemberangkatan di batalkan karena ada erupsi gunung Bromo. Jadilah kepanikan di sana, para penumpang langsung pergi ke CS masing2 maskapai.

Di Abdurahman Saleh ada 3 maskapai saat itu yang melakukan pembatalan penerbangan, yaitu Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Citilink. Dari ketiga ini, aku melihat Garuda Indonesia yang paling mantap pelayananna ya. Begitu dikabarkan bahwa ada pembatalan pemberangkatan, secara cepat mereka langsung mengalihkan penerbangan ke bandara Juanda Surabaya dan menyediakan bus untuk mengantar para penumpang ke sana. Sementara Citilink bisa membantu untuk re schedule untuk kemudian aku bisa ke cs dan kembali check in lagi dari juanda, tapi dengan biaya transport ke sana sendiri. Wah memang tidak salah jika harga lumayan jauh berbeda ya antara Garuda Indonesia dengan maskapai lain, karena pelayanan mereka pada penumpang juga sangat bagus. Perlu deh kapan lagi pakai Garuda Indonesia… hehehe… *bukan Promosi. Okay, jadilah aku memilih penerbangan dari Juanda, tapi bukan mendarat di Halim Perdana Kusuma seperti rencana awal, tapi aku mengubah ke Cengkareng dengan pertimbangan pasti banyak penumpang dari Malang yang mengambil jam dan tujuan yang sama. Pesawatku dijadwalkan berangkat pada pukul 7-an malam, dalam pikiran waktu itu kalau sampai ini batal, alamat sumbangan gratis ke penginapan dan tiket pulang dari Jakarta, itu aja sih. Karena melihat jadwal kereta dan menipiskan uang di dompet yang ada saat itu.. hehehehe…. Mau gak mau kalau batal, ya harus balik ke Malang dan merelakan Gashuku.. hehehe, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, aku di berangkatkan… hahaha

Singkatnya sesampai di Jakarta adalah jam 20.30-an, dan setelah bermacet2 ria, jadilah sampai di penginapan pada pukul 22.30. Untung selama perjalanan sempat beli makanan buat dimakan di penginapan, yah McD jadi pilihan yang tepat karena dekat dengan penginapan dan sekalian satu jurusan ke penginapan dari bandara. Dan sesampai di penginapan yang dilakukan adalah bongkar2 packingan, makan, mandi, online bentar, kemudian tidur dengan bahagia. Rencana awal untuk bisa jalan2 ke FX Mall, atau Senayan City berubah drastis menjadi wisata airport Malang-Surabaya dengan konidisi sedikit panik tapi wajah tenang, hehehehe… jadi dinikmati saja…. Apalagi di bandara, yah lumayan ada beberapa “pemandangan” yang indah2 lah, cuma bisa di pandangan aja, namanya juga pemandangan. hehehehe….

Gashuku hari pertama segera di mulai pada hari sabtu tanggal 12 Desember 2015, pagi hari diisi dengan sarapan nasi goreng sosis dan jus jeruk membantu menambah tenaga untuk melewati hari pertama ini. Pertamakali datang masih sepi, hanya ada beberapa sensei yang baru datang, sementara para peserta belum pada datang, padahal sudah jam 8.30… hahahahhaa… sempet berpikir apa ini batal lagi ? masa karena erupsi bromo ? hehehehe…. tapi ternyata salah, tak berapa lama, sudah kembali ramai dojo dengan kenshin2 dari berbagai dojo dan daerah. Gashuku hari pertama sudah dimulai dengan shomen suburi sebanyak 500 kali, lumayan bikin keringatan dan mengepel lantai dojo dulu hehehehe…. kemudian berlanjut dengan latihan melangkah. Nah latihan satu ini cukup membuat kaki pegal, awalnya…… dan lama2 mulai terasa agak2 tegang dan berpotensi kram… masih berpotensi lho… hehehe… gimana tidak, kita harus berjalan cepat dan ketika ada aba2 dari Shiota sensei, seseorang yang ada di balik latihan gashuku kali ini, kita harus membalikkan badan atau harus mundur, begitu terus dari ujung sampai ujung hall JJS, Jakarta Japanese School…. hehehehe… buat yang langsing2 sih enteng, nah yang buat badan2 langsung macam aku gini ya bahaya… hahahahaha…. tapi untunglah tidak berlangsung lama dan ada istirahat lumayan yang bikin bisa relax kaki sebentar. Tapi itu belum selesai dalam 1 sesi, kemudian berlanjut dengan latihan kihon dan control shinai. Ini latihan sangat bagus buat para kenshin, untuk hal itu tak akan aku share di sini sih, biar yang lain bisa ikutan Gashuku hehehehe… 😛
12339652_10153791592062943_7030819258399863991_o
Hari pertama gashuku banyak diisi dengan latihan kihon dan seperti biasa, diakhiri dengan godou keiko dengan para sensei. Yah hari pertama masih banyak yang berdiri kokoh dan pura2 kokoh… hahahahaha… sebenarna memendam perasaan lelah yang sangat mendalam…. hahahhaa… Setelah Gashuku, seperti event2 biasa aku ikut, adalah dinner bersama dan kali ini di Rasane Seafood restoran yang sebenarnya nggak terlalu jauh dari penginapan ku, masih di Bintaro juga. Bersama dengan Aulia dari Medan dan Mas Erman yang dari Malang juga, berngkatlah bersama-sama setelah mandi2 ganteng di penginapan. Dan sesampai di sana, lagi2 kita telat dan makanan sebagian besar sudah habis, tapi untung masih ada sisa yang belum terjamah yang lain, jadi yah dihabiskan saja… hahahaha… di sini yang enak kepiting nya lho… hahahahaha…. Selain acara makan2, welcome dinner juga ajang buat saling akrab dan kenal antar sesama kenshin dari daerah lain, seperti Medan, Jogja, Jakarta, Bandung, dan sensei2 juga. Yah mungkin yang cowo ada rasa2 pengen kenalan dan deketin anggota dojo lain, di sini sah buat kenalan kok. Atau mungkin yang cewe mau selfie dengan aku yang dahsyat ini juga boleh… huahahahahaha… #abaikan… Dan juga acara yang tak kalah seru adalah adu panco, dan di acara ini, aku kalah… hahahahhaa memalukan…. hahahha tapi menyenangkan. Okay, setelah semua kenyang dan hari mulai malam, mulailah berpamitan satu persatu balik ke penginapan, rumah, dll untuk mengikuti gashuku hari kedua besok.

12377963_10153791592332943_6317029306468737497_o
Gashuku hari kedua diawali lagi dengan shomen suburi, tetapi kali ini hanya 300 saja…. iya HANYA 300 saja!! dengan kondisi badan yang mulai pegel2. Dan tak lupa, latihan langkah lagi yang kali ini dibagi group tua2 dan muda2… hahahahaha…. Jadi ya begitulah….. tetapi menu hari ini tak sepadat menu hari sabtu kemarin, hari ini adalah shiai atau untuk pertandingan. Yah untuk hal ini tampaknya tak perlu di ceritakan detailnya, karena postingan ini sebenarnya bukan untuk menceritakan apa saja yang di dapat di gashuku, tetapi bagaimana suasana di sana… hahahahaha… Di hari kedua ini meski menu tergolong agak ringan, tapi banyak juga yang tumbang, mungkin karena akumulasi lelah sehingga badan banyak yang sudah “hancur”, termasuk aku hahahaha…. Aku tidak bisa mengikuti acara hingga selesai, selain karena cedera, juga akan mengurus tentang tiket pesawat yang mengalami kemunduran hingga pukul 20.30, jadi aku harus segera ke Halim Perdana Kusuma untuk mengurus nya ke waktu yang lebih dekat dengan jadwal semula, 18.55.
12341460_10208374496108009_7545231268464230925_n
Selama perjalanan jadi pemikiran bahwa Gashuku penutup tahun ini sangat berkesan. Bukan hanya tentang materi yang diberikan para sensei  Jakarta, tetapi juga kepedulian pada anggota kendo yang tergabung dalam IKA ini, mau jauh2 datang untuk latihan. Selain itu buat aku pribadi ada pengalaman dari segi perjalanan juga sih, yang baru pertama aku rasain bagaimana paniknya pesawat kena delay, mengatur jadwal keberangkatan lagi, dll… hahahaha… Dan beberapa hal yang di sesalkan mungkin peserta yang mengikuti masih saja wajah2 “lama” yang seharusnya acara seperti ini bagus diikuti oleh mereka yang masih baru dalam kendo dan masih pengen menggali lebih banyak skill mereka. Banyak sih aku dengar dari beberapa senior juga katanya para kohai takut dengan gashuku, yah ini mungkin karena satu-dua oknum yang menakut-nakuti dan parahnya terkadang itu juga seniornya sendiri di dojo… hehehehehe…. nanti kamu gini, gitu, tapi sebagai senior di dojo, aku tidak mengelak bahwa latihan di gashuku lebih berat dari latihan biasa, tetapi jika tidak dilatih, bagaimana kita bisa maju dan jadi lebih baik ya. Nah dari situlah aku berusaha mendorong semangat para kohai, bukan semakin menakut2 in. Tapi memang keiinginan aku dan senior2 dojo lain tidak bisa dipaksakan pada para kohai, cuma bisa berharap dan mendorong mereka agar bisa mengikuti acara2 seperti ini. Yah, sangat berkesan dan banyak ilmu dari Gashuku ini dan semoga kedepan bisa jadi lebih baik. Akhir kata, pesawat berangkat dengan jadwal yang tepat dan mendarat mulus di Juanda Surabaya. Dan aku baru sampai di rumah pada jam setengah 1 pagi.

Terimakasih…. 😀