Bullying dalam Kendo

Halo, selamat tahun baru 2016, mohon bantuannya untuk tahun ini dan bimbingannya… hehehehe. Ini juga merupakan postingan pertama di tahun 2016 lho… hahahhaa…
Maaf jika akhir2 ini jarang posting, yah selain banyak keperluan lain, juga kadang lagi malas nulis aja hehehehe…. Ok, kembali pada judul, Bullying dalam kendo. Aku tertarik mengambil judul ini setelah melihat sebuah artikel dari blog kendo di sini. Kemudian aku coba menggambarkan dalam rutinitas dalam keseharian dojo kendo sih, dan isi dari artikel itu cukup membuat aku berpikir tentang attitude ku dan yang lain dalam dojo, apa sudah benar ya ? hehehe…

IMG_0029

Bullying ¬†adalah asal kata dari bully yang berarti “ancaman”, biasanya hal ini terjadi pada mereka yang lemah. Tindakan ini bisa bermacam2, dari hal verbal bahkan sampai fisik. Dari verbal mungkin seperti membentak, mengancam, menghina, bahkan berkata2 kasar, kalau dalam hal fisik sudah berarti memukul, mendorong, dll yang pastinya itu berhubungan langsung dengan fisik dan membuat tak nyaman. Akibat dari bullying ini bagi mereka yang tidak sanggup menghadapinya bisa berakibat macam2, seperti minder, tertutup dan menjadi takut, serta yang parahnya bisa berakibat stress yang berujung pada kematian, bunuh diri. Karena itu tidak heran jika beberapa waktu belakangan ini event2 seperti MOS, OSPEK, dll banyak diawasi oleh guru atau bahkan ditiadakan, karena hal ini sangat rentan dengan bullying.

Lalu apa hubungannya dengan kendo ?

Layaknya seni beladiri lain, pasti ada sedikit banyak bullying dalam sebuah komunitas seperti ini. Tak hanya dalam hal secara fisik, tetapi juga non fisik atau verbal. Hal ini bukan berarti komunitas itu seperti ini atau seperti itu, ini biasanya terjadi dari seorang OKNUM yang melakukan tindakan seperti itu, bukan berarti semua anggota begitu tetapi jika OKNUM itu adalah seseorang yang terpandang di komunitas tersebut, bisa jadi di contoh oleh para junior mereka. Kendo sangat rentan juga dalam hal2 seperti ini karena juga banyak kontak fisik dalam kendo, bahkan mungkin ada ketakutan dalam diri setiap kenshin muda atau beginer saat pertamakali harus sparring dengan mereka yang lebih pengalaman padahal masih belum saling serang. Selain itu sikap pantang menyerah dan disiplin yang ditanamkan dalam diri masing2 kenshin membuat para senior atau pelatih harus bekerja keras untuk membentuk sikap seperti itu, dan bisa dibilang akan sangat bisa berimbas bullying dalam proses pembentukannya.

Karakter tiap manusia berbeda2, begitu juga dengan para senior yang ada di dalam komunitas kendo. Ada yang keras, lembut, logis, dll, ada macam2 karakter, begitu juga dengan kenshin2 muda yang juga bermacam2 karakter. Penyampaian materi pun juga bermacam2 dari masing2 orang, begitu pula penerimanya. Pernah aku lihat seorang senior yang keras dalam menyampaikan materi pada para juniornya yang bermacam2 karakternya. Tak jarang saat junior melakukan salah, senior menegurnya dengan keras, bahkan saat sparring sang senior beberapa kali “menghajar” si junior karena tidak paham materi yang diberikan hingga si junior jatuh bangun menghadapi sang senior. INi bisa dibilang tindakan bullying.

Lantas bagaimana seharusnya menghindari hal tersebut dalam kendo ?

Berlatih kendo itu banyak manfaat dan tujuannya, jika kamu ingin berlatih untuk fisik mu, kendo bisa melakukan itu. Berlatih dengan keras dengan tujuan membuat fisikmu lebih bagus, kamu bisa melakukan setiap gerakan kendo itu. Berlatih kendo dengan tujuan mendapatkan banyak teman, bisa juga kamu lakukan karena memang belakangan ini semakin banyak mereka yang mulai suka dengan beladiri satu ini. Tetapi hal yang penting dalam berlatih kendo adalah MELATIH KARAKTER DALAM DIRI MU SENDIRI. Inti dari belajar kendo dan apa yang diajarkan adalah melatih jiwa kita, melatih hati, dan cara berpikir kita. Kamu bisa berlatih kendo dengan tujuan supaya badan bagus, banyak teman, dll tapi ingat, dalam berlatih kamu juga harus melewati latihan untuk dirimu sendiri, karakter mu sendiri.

Menjadi seorang senior dalam sebuah dojo kecil di kota Malang ini, bukan hal mudah dalam melatih kenshin2 muda yang ingin mengenal kendo. Membentuk sebuah karakter orang lain seperti apa yang sudah tertulis secara paten dalam Jalan Pedang ini memang tidak mudah. Terkadang ada cara tegas dan keras dalam membentuknya, tapi sebisa mungkin itu tidak membuat si kenshin muda ini terasa terancam atau ter bully. Beruntung dalam menyampaikan materi dan share ilmu dalam setiap latihan aku memiliki senior2 dan sensei yang lebih berpengalaman. Beberapa kali mungkin tindakan ku mengarah pada bullying pada para junior, tapi mereka selalu mengingatkan kembali pada tujuan awal aku melatih mereka. Membentuk karakter tidak harus dengan bulllying, banyak metode yang bisa diterapkan dan itu lebih baik pastinya. Tidak ada kan di dunia ini orang yang suka di bentuk dengan bullying. Jika kita membentuk karakter seseorang dengan hal seperti itu, bisa jadi orang tersebut menjadi lebih buruk sikap bullying nya pada junior2 nya kelak.

Jadi, kendo memang sangat rentan dengan sikap bullying, tetapi hal itu bisa di hindari dengan sadar akan inti utama dalam kendo, melatih mental, pola pikir, dan sikap kita sesuai dengan jalan pedang. Penting juga buat kita memberikan pengertian dalam setiap tindakan junior kita apakah sudah sesuai atau tidak. Sebagai seorang yang lebih pengalaman dalam hal melatih gerakan , cara memukul, dll, jangan sekali2 menggunakan gerakan yang bahkan juniormu pun belum tau bagaimana cara mengantisipasinya. Serta paling penting adalah cara penyampaian setiap materi dan tutur kata dalam latihan.

Semoga artikel ini bermanfaat… selamat beraktifitas … ūüôā

Gashuku Jakarta

Hallo, yah lumayan 4 hari kemarin gak nulis atau nge-posting apapun di blog ini karena lumayan sibuk juga sih #tsah… hehehe… Yah gimana gak sibuk, aku harus selesaiin beberapa pekerjaan untuk ambil cuti libur selama 3 hari ke jakarta demi mengikuti Gashuku. Tau gak sih Gashuku ? hahahaha… Gashuku itu yang aku tahu artinya adalah latihan alam atau latihan di luar dojo, tapi beberapa ada yang bilang sebagai pemusatan latihan atau pelatihan. Yang aku tahu sih latihan alam ya, tapi gak mungkin kan di kendo mau latihan alam, di tanah2, yang ada kaki nya kemasukan cacing nanti, terus infeksi, bengkak, berakhir tragis… Hahahaha… *terlalu Lebay*. Okay, mungkin bisa di bilang training camp begitulah. Okay, mari kita mulai cerita tentang bagaimana serunya Gashuku Jakarta ini.
12357117_10153791600022943_7415187153016675225_o
Sebenarnya untuk persiapan ku buat mengikuti gashuku kali ini sudah dimulai dari 2 bulan kemarin. Jadi begitu tau tanggal fixed nya berapa, langsung deh searching tiket dan cari hotel dekat TKP (Tempat Kejadian Pelatihan). Untuk penginapan sih aku cuma ada gambaran Narwastu Guest House yang menurutku paling dekat, tapi harganya paling jauh… jauh dari harapan maksudnya… hehehe… Dan untuk kali ini, aku naik pesawat PP ambil dari Malang- Jakarta, Jakarta – Surabaya.¬† Yah, buat kali pertama aku naik penerbangan dari Malang.. hehehe…. Dan pertama kalinya juga pergi ke Jakarta sendirian, biasanya kan rame2 atau ada teman, kali ini sendirian. Pesawat di jadwalkan berangkat pada pukul 09.30, jadi mulai jam 8.30 aku sudah check in dan duduk manis di ruang tunggu bandara abdurahman saleh yang sudah bagus itu. Ketika sedang asyik menunggu, aku lihat ada maskapai lain yang sedang delay, harusnya berangkat sebelum pesawatku, mungkin ada masalah ama pesawatnya, begitu pikiranku. Eh, ternyata pesawatku juga tak kunjung berangkat, padahal sudah ada di landasan, dan ternyata pemberangkatan di batalkan karena ada erupsi gunung Bromo. Jadilah kepanikan di sana, para penumpang langsung pergi ke CS masing2 maskapai.

Di Abdurahman Saleh ada 3 maskapai saat itu yang melakukan pembatalan penerbangan, yaitu Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, dan Citilink. Dari ketiga ini, aku melihat Garuda Indonesia yang paling mantap pelayananna ya. Begitu dikabarkan bahwa ada pembatalan pemberangkatan, secara cepat mereka langsung mengalihkan penerbangan ke bandara Juanda Surabaya dan menyediakan bus untuk mengantar para penumpang ke sana. Sementara Citilink bisa membantu untuk re schedule untuk kemudian aku bisa ke cs dan kembali check in lagi dari juanda, tapi dengan biaya transport ke sana sendiri. Wah memang tidak salah jika harga lumayan jauh berbeda ya antara Garuda Indonesia dengan maskapai lain, karena pelayanan mereka pada penumpang juga sangat bagus. Perlu deh kapan lagi pakai Garuda Indonesia… hehehe… *bukan Promosi. Okay, jadilah aku memilih penerbangan dari Juanda, tapi bukan mendarat di Halim Perdana Kusuma seperti rencana awal, tapi aku mengubah ke Cengkareng dengan pertimbangan pasti banyak penumpang dari Malang yang mengambil jam dan tujuan yang sama. Pesawatku dijadwalkan berangkat pada pukul 7-an malam, dalam pikiran waktu itu kalau sampai ini batal, alamat sumbangan gratis ke penginapan dan tiket pulang dari Jakarta, itu aja sih. Karena melihat jadwal kereta dan menipiskan uang di dompet yang ada saat itu.. hehehehe…. Mau gak mau kalau batal, ya harus balik ke Malang dan merelakan Gashuku.. hehehe, tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, aku di berangkatkan… hahaha

Singkatnya sesampai di Jakarta adalah jam 20.30-an, dan setelah bermacet2 ria, jadilah sampai di penginapan pada pukul 22.30. Untung selama perjalanan sempat beli makanan buat dimakan di penginapan, yah McD jadi pilihan yang tepat karena dekat dengan penginapan dan sekalian satu jurusan ke penginapan dari bandara. Dan sesampai di penginapan yang dilakukan adalah bongkar2 packingan, makan, mandi, online bentar, kemudian tidur dengan bahagia. Rencana awal untuk bisa jalan2 ke FX Mall, atau Senayan City berubah drastis menjadi wisata airport Malang-Surabaya dengan konidisi sedikit panik tapi wajah tenang, hehehehe… jadi dinikmati saja…. Apalagi di bandara, yah lumayan ada beberapa “pemandangan” yang indah2 lah, cuma bisa di pandangan aja, namanya juga pemandangan. hehehehe….

Gashuku hari pertama segera di mulai pada hari sabtu tanggal 12 Desember 2015, pagi hari diisi dengan sarapan nasi goreng sosis dan jus jeruk membantu menambah tenaga untuk melewati hari pertama ini. Pertamakali datang masih sepi, hanya ada beberapa sensei yang baru datang, sementara para peserta belum pada datang, padahal sudah jam 8.30… hahahahhaa… sempet berpikir apa ini batal lagi ? masa karena erupsi bromo ? hehehehe…. tapi ternyata salah, tak berapa lama, sudah kembali ramai dojo dengan kenshin2 dari berbagai dojo dan daerah. Gashuku hari pertama sudah dimulai dengan shomen suburi sebanyak 500 kali, lumayan bikin keringatan dan mengepel lantai dojo dulu hehehehe…. kemudian berlanjut dengan latihan melangkah. Nah latihan satu ini cukup membuat kaki pegal, awalnya…… dan lama2 mulai terasa agak2 tegang dan berpotensi kram… masih berpotensi lho… hehehe… gimana tidak, kita harus berjalan cepat dan ketika ada aba2 dari Shiota sensei, seseorang yang ada di balik latihan gashuku kali ini, kita harus membalikkan badan atau harus mundur, begitu terus dari ujung sampai ujung hall JJS, Jakarta Japanese School…. hehehehe… buat yang langsing2 sih enteng, nah yang buat badan2 langsung macam aku gini ya bahaya… hahahahaha…. tapi untunglah tidak berlangsung lama dan ada istirahat lumayan yang bikin bisa relax kaki sebentar. Tapi itu belum selesai dalam 1 sesi, kemudian berlanjut dengan latihan kihon dan control shinai. Ini latihan sangat bagus buat para kenshin, untuk hal itu tak akan aku share di sini sih, biar yang lain bisa ikutan Gashuku hehehehe… ūüėõ
12339652_10153791592062943_7030819258399863991_o
Hari pertama gashuku banyak diisi dengan latihan kihon dan seperti biasa, diakhiri dengan godou keiko dengan para sensei. Yah hari pertama masih banyak yang berdiri kokoh dan pura2 kokoh… hahahahaha… sebenarna memendam perasaan lelah yang sangat mendalam…. hahahhaa… Setelah Gashuku, seperti event2 biasa aku ikut, adalah dinner bersama dan kali ini di Rasane Seafood restoran yang sebenarnya nggak terlalu jauh dari penginapan ku, masih di Bintaro juga. Bersama dengan Aulia dari Medan dan Mas Erman yang dari Malang juga, berngkatlah bersama-sama setelah mandi2 ganteng di penginapan. Dan sesampai di sana, lagi2 kita telat dan makanan sebagian besar sudah habis, tapi untung masih ada sisa yang belum terjamah yang lain, jadi yah dihabiskan saja… hahahaha… di sini yang enak kepiting nya lho… hahahahaha…. Selain acara makan2, welcome dinner juga ajang buat saling akrab dan kenal antar sesama kenshin dari daerah lain, seperti Medan, Jogja, Jakarta, Bandung, dan sensei2 juga. Yah mungkin yang cowo ada rasa2 pengen kenalan dan deketin anggota dojo lain, di sini sah buat kenalan kok. Atau mungkin yang cewe mau selfie dengan aku yang dahsyat ini juga boleh… huahahahahaha… #abaikan… Dan juga acara yang tak kalah seru adalah adu panco, dan di acara ini, aku kalah… hahahahhaa memalukan…. hahahha tapi menyenangkan. Okay, setelah semua kenyang dan hari mulai malam, mulailah berpamitan satu persatu balik ke penginapan, rumah, dll untuk mengikuti gashuku hari kedua besok.

12377963_10153791592332943_6317029306468737497_o
Gashuku hari kedua diawali lagi dengan shomen suburi, tetapi kali ini hanya 300 saja…. iya HANYA 300 saja!! dengan kondisi badan yang mulai pegel2. Dan tak lupa, latihan langkah lagi yang kali ini dibagi group tua2 dan muda2… hahahahaha…. Jadi ya begitulah….. tetapi menu hari ini tak sepadat menu hari sabtu kemarin, hari ini adalah shiai atau untuk pertandingan. Yah untuk hal ini tampaknya tak perlu di ceritakan detailnya, karena postingan ini sebenarnya bukan untuk menceritakan apa saja yang di dapat di gashuku, tetapi bagaimana suasana di sana… hahahahaha… Di hari kedua ini meski menu tergolong agak ringan, tapi banyak juga yang tumbang, mungkin karena akumulasi lelah sehingga badan banyak yang sudah “hancur”, termasuk aku hahahaha…. Aku tidak bisa mengikuti acara hingga selesai, selain karena cedera, juga akan mengurus tentang tiket pesawat yang mengalami kemunduran hingga pukul 20.30, jadi aku harus segera ke Halim Perdana Kusuma untuk mengurus nya ke waktu yang lebih dekat dengan jadwal semula, 18.55.
12341460_10208374496108009_7545231268464230925_n
Selama perjalanan jadi pemikiran bahwa Gashuku penutup tahun ini sangat berkesan. Bukan hanya tentang materi yang diberikan para sensei¬† Jakarta, tetapi juga kepedulian pada anggota kendo yang tergabung dalam IKA ini, mau jauh2 datang untuk latihan. Selain itu buat aku pribadi ada pengalaman dari segi perjalanan juga sih, yang baru pertama aku rasain bagaimana paniknya pesawat kena delay, mengatur jadwal keberangkatan lagi, dll… hahahaha… Dan beberapa hal yang di sesalkan mungkin peserta yang mengikuti masih saja wajah2 “lama” yang seharusnya acara seperti ini bagus diikuti oleh mereka yang masih baru dalam kendo dan masih pengen menggali lebih banyak skill mereka. Banyak sih aku dengar dari beberapa senior juga katanya para kohai takut dengan gashuku, yah ini mungkin karena satu-dua oknum yang menakut-nakuti dan parahnya terkadang itu juga seniornya sendiri di dojo… hehehehehe…. nanti kamu gini, gitu, tapi sebagai senior di dojo, aku tidak mengelak bahwa latihan di gashuku lebih berat dari latihan biasa, tetapi jika tidak dilatih, bagaimana kita bisa maju dan jadi lebih baik ya. Nah dari situlah aku berusaha mendorong semangat para kohai, bukan semakin menakut2 in. Tapi memang keiinginan aku dan senior2 dojo lain tidak bisa dipaksakan pada para kohai, cuma bisa berharap dan mendorong mereka agar bisa mengikuti acara2 seperti ini. Yah, sangat berkesan dan banyak ilmu dari Gashuku ini dan semoga kedepan bisa jadi lebih baik. Akhir kata, pesawat berangkat dengan jadwal yang tepat dan mendarat mulus di Juanda Surabaya. Dan aku baru sampai di rumah pada jam setengah 1 pagi.

Terimakasih…. ūüėÄ

Kendo, The way of sword

Dalam setiap olahraga beladiri, Jepang khususnya, selalu menekankan hormat pada lawan (respect) dalam kita berlatih. Sikap saling menghargai lawan juga di tanamkan dalam setiap beladiri, tanpa harus kita bersikap jumawa atau sombong jika kita lebih hebat dari lawan kita. Dari sejak SMP kelas 1, aku mulai mengenal olahraga beladiri, ini dimulai dengan karate dan aku tergabung dalam perguruan Institut Karatedo Indonesia (INKAI). Dasar2 olahraga beladiri tangan kosong ini pun tetap memegang teguh hormat kepada lawan, bahkan sebelum memulai latihan kita ada upacara dengan mengucapkan janji karate, yang kira2 bunyinya seperti ini :

Sumpah Karate :
1. Sanggup memelihara kepribadian

2. Sanggup patuh pada kejujuran

3. Sanggup mempertinggi prestasi

4. Sanggup menjaga sopan santun

5. Sanggup menguasai diri

Itu adalah sumpah yang selalu kita ucapkan setiap akan memulai latihan dan sesudah latihan. Memang hanya sebuah ucapan, tetapi jika kita katakan ber-ulang2 dan secara intens, secara tidak sadar akan masuk dalam alam bawah sadar kita dan akan terbentuk dalam sikap kita se-hari2. Yah kira2 9 tahun aku berada di dunia per-karate an, yang nantinya akan aku jadikan perbandingan dengan jalan yang aku dalami sekarang ini.
Maai
Menginjak pada tahun 2009, aku mengenal Kendo, the way of sword. Kendo bisa dibilang adalah modernisasi dari latihan para samurai jaman dahulu. Jika jaman dahulu para samurai berlatih untuk pedang dengan pakai pedang2 kayu atau bahkan pedang sungguhan, sekarang lebih di modern kan dengan pedang bambu, shinai. Pengajaran yang hampir sama ada dalam kendo, yaitu menghargai lawan, sikap terhadap lawan, bagaimana membawa diri dalam dojo atau diluar dojo, menghormati para senpai/sensei, dll. Tapi ada beberapa perbedaan dari kedua beladiri ini. Jika kita mengenal beladiri secara umum, ada tingkatan2 tertentu, dalam hal ini grade atau sabuk. Jika di karate dari putih, kuning, hijau, biru, coklat, dan hitam dengan grade2 semacam kyu 10 – kyu 1 baru setelah itu DAN, hal yang sama juga ada dalam kendo, tetapi tidak ada penanda untuk grade/tingkatan.

Lalu bagaimana menilai nya ?

Selain bisa melihat saat upacara sebelum dan sesudah latihan dimana yang paling kanan adalah yang mempunyai grade tinggi, grade seseorang dalam kendo, bisa dilihat dari gerakan mereka saat berlatih. Biasanya grade ini hanya diketahui oleh komunitas sendiri, si A itu DAN 1, si B itu Kyu3, dst. Para kenshin (sebutan untuk praktisi kendo), sedari awal sudah diajarkan untuk tidak show off dalam tingkah laku mereka di dalam dojo dan dilihat oleh orang luar dojo. Cukuplah hanya mereka sendiri yang tahu seberapa hebat skill yang dimiliki seseorang itu.

IMG_2457

Dalam kendo juga kita diajarkan untuk lebih bisa menghargai lawan dan “membunuh” mereka dengan cara yang terhormat. Dalam setiap latihan atau pertandingan kendo, setiap kenshin wajib melihat bagaimana kondisi shinai mereka. Ada yang pecah kah atau rusak kah, itu tidak boleh dipakai, jadi benar2 harus bagus untuk dipakai, bahkan jika pecah dan ada selotip, itu pun juga tidak boleh. Jadi benar2 harus menjaga keselamatan lawan kita. Lalu juga menghargai lawan dalam hal ini adalah tidak adanya selebrasi jika kita menang atas lawan kita, atau ekspresi2 provokatif yang membuat down sang lawan, kita tetap harus menghormati lawan kita. Jika kita melakukan hal itu pada saat pertandingan, poin kita bisa di cabut kembali dan mendapatkan pelanggaran. Itulah kendo.

Semangat pantang menyerah juga adalah hal yang patut ditanamkan dalam setiap kenshin. Tidak mudah bergerak fleksibel dengan memakai pelindung (bogu), yang beratnya kira2 5 kilogram sambil berusaha memukul titik2 poin lawan kita secara terus menerus. Belum lagi ketika berangkat dan pulang latihan, kita diwajibkan membawa bogu itu untuk dirawat. Mungkin beberapa dojo di Jepang ada tempat khusus di dojo mereka, tetapi berbeda dengan kendo di Indonesia. Kita diajarkan untuk bertanggungjawab akan hal ini, meski itu hanya pinjaman dari dojo, tetapi wajib bagi kita merawatnya.

Kendo_edit_by_Sturmgeist
Dan yang terakhir, ketika sudah beranjak menjadi seorang senior (senpai), wajiblah bagi setiap kenshin menjadi contoh bagi para juniornya (kohai) dari segala sisi. Mungkin tidak bisa dalam hal karakter, tetapi mulailah dari setiap sopan santun, tata krama kita di dojo dan pastinya semangat kita. Jadi, buat para senior yang mungkin mempunyai kohai yang malas2an latihan, mulailah semangat dari diri kalian sendiri. Karena aku yakin sebuah energi yang dibawa seseorang, bisa mempengaruhi yang lain, karena itu mulailah dari energi yang positif.

Kesimpulannya, sebuah beladiri bukanlah hanya sebuah ajang kita menjadi orang yang kuat dengan skill berkelahi yang hebat, tetapi jika kita mau lebih mengenalnya lebih dalam, itu dapat membuat hidup kita berubah menjadi lebih baik, karena apa yang diajarkan adalah baik adanya untuk bekal hidup kita. Dalam hal ini aku pernah belajar dari 2 aliran beladiri berbeda tetapi dari satu negara yang sama, dalam karate aku bisa belajar tentang bagaimana harus bersikap menghadapi orang lain, tetapi di kendo aku bisa belajar bagaimana seharusnya aku bisa membentuk cara pikir, karakter, dan hidup yang bisa lebih baik.

Untitled-1 copy

Mengenal para sepuh MKA

MKA atau Malang Kendo Association adalah sebuah komunitas dimana aku ikut bergabung sebagai member di dalamnya. Kendo adalah seni beladiri pedang berasal dari Jepang, bisa di bilang ini adalah modernisasi dari latihan pedang para samurai di Jepang. Sebutan untuk para pelaku olahraga ini adalah kendoka atau kenshin, untuk sebutan lebih banyak menggunakan kenshin secara universal. Organisasi MKA ini berdiri sejak tahun 2009 hingga sekarang, berdirinya sebuah organisasi dan kuatnya organisasi itu ada karena pengurus yang mau bertahan dan menghidupi organisasi mandiri ini. Nah, dalam postingan kali ini,aku mau bahas para sepuh, mereka yang masih ber kendo hingga hari ini dan merupakan para senior bahkan perintis kendo Malang.

1. Iman Nursetyo

Jpeg

Bagi kenshin baru2 mungkin kurang familiar dengan sosok satu ini, Mas Iman begitu kita biasa menyebutnya. .. hehehe…¬† Pas pertama lihat mungkin tidak akan menyangka bahwa beliau ini salah satu anggota kendo karena perawakannya yang langsing (baca : ceking), nyantai pool, dan terlihat lemah, padahal kalau sudah pakai bogu (pelindung dalam kendo), sudah langsung berubah 180 derajat !! jangan coba2 macam2 ama doi… hahahahaha…. Mas¬† Iman ini merupakan salah satu dari dua orang pendiri Malang Kendo. Jadi komunitas ini tidak akan ada jika tidak dibantu mas Iman waktu itu. Selain itu mas iman ini terkenal suka dengan idol group semacam JKT48, Nogizaka46, etc, selain itu dorama juga sangat di gemari, jadi tak perlu bingung kalau mau tanya tentang film2 drama jepang ke dia… hehehe…

 

2. Sunaryo Sun

East Java Kendo Tournament 2012

Nah, kalau yang satu ini adalah yang wajib di kenal oleh para kenshin yang bergabung dalam kendo Malang. Bagaimana mau tidak kenal, beliau adalah ketua MKA, yang juga pendiri MKA bersama mas Iman. Penampilan mas2 asal kebumen jawa tengah ini selalu disalah artikan sebagai Kokoh2 (kakak laki2 dalam chinese). Bahkan beberapa ada yang mengira Mas shun (begitu bunyi nya) adalah seorang warga negara jepang. Perawakan putih, mata sipit, rambut keriting, dan murah senyum adalah yang sering di perlihatkan kokoh2, eh mas2 satu ini… hehehehe…. Jika berbicara tentang totalitasnya dalam kendo, jangan ditanya ! nanti kalau di jelaskan bisa tidak habis2 postingan ini… hehehehe… Mas shun ini sangat suka beladiri, ini terbukti dari bisa menguasai beberapa beladiri seperti Aikido dan Karate, entah yang lain karena aku belum tanya lebih detail. Kalau masalah film2 samurai, sejarah, mas shun ini jagonya, dia suka sekali nonton film begituan yang sukses membuat aku ngantuk atau tidak tahu ceritanya… hahahahahaha…..

 

3. Erman Ardi

East Java Kendo Tournament 2012

Nah, yang satu ini bisa dibilang raja nya dojo…. Mas Erman, begitu juga bunyi nya, sangat tinggi jam terbang nya dalam kendo. Gerakan cepat, pengetahuan tentang kendo yang mantap, cara melatih yang tegas, lugas, terpercaya dan menarik ini, membuat para kohai mudah mencerna apa yang diajarkan. Selain itu, bersama mas Shun, pada Mei 2015 kemarin mereka berdua terpilih untuk menjadi wakil timnas Indonesia di World Kendo Championship di Jepang lho…. tepuk tangan….prok…prok…prok…jadi apa? hehehehehe….. Yah menurut beberapa kohai, mas Erman sangat enak dalam melatih, baik secara teori ataupun praktek, mungkin ini yang mebuktikan mana kenshin yang pengalaman dan tidak, seperti aku… hahahahaha…. tapi sayang, mas Erman jarang di temui ketika latihan di Malang, beliau lebih sering latihan di Surabaya karena memang berdomisili di sana. Kadang sesekali waktu kangen Malang dan datang ke Malang untuk berlatih…. Hehehehe…. mungkin tidak kuat dengan panasnya Surabaya…. heheheh

Nah, itu tadi tentang para sepuh kendo Malang yang sampai sekarang masih aktif berkendo…

Demikian…. hahahahahhaa…

Road to 10th AKT Penang

Sesuai dengan namanya, ini adalah pertandingan tingkat asean untuk olahraga kendo. Turnament ini diadakan 3 tahun sekali, yang dimana AKT 9 diadakan di Singapore dan sekarang di sebuah pulau bernama PENANG di Malaysia. Anyway, this is my 1st International tournament!! hahaha….. yah, Malaysia adalah foreign country yang pertama kali aku datangin, dan gak bakal aku lupain. Nah untuk cerita2 Malaysia nya nanti aja ya, sekarang kita cerita dulu tentang AKT ke 10 ini dulu, hahahaha…..

Persiapan buat berangkat ke tournamen satu ini cukup panjang, ribet, dan melelahkan juga. Pada bulan mei, setelah diumumkan jadi anggota timnas Indonesia yang berangkat ke Malaysia untuk mewakili negara dalam tournament ini, aku dan beberapa teman satu dojo yang juga belum pernah berangkat ke sana, mulai lah ribet. Pertama urusin passport dll, abis itu biaya di sana,dll. Untunglah sensei2 pada berbaik hati buat bayarin transport kita ke sana yang bisa dibilang NGGAK MURAH!! (kira2 4juta/manusia). Yah maklum deket weekend kali yak, jadi… ya begitulah…. hahahahaha

Ok, singkatnya tanggal 23 Agustus 2013 sore, kita berangkat dari Bandara Juanda Surabaya ke Penang, Malaysia. Aku agak heran ama penyebutan ini tempat, ada yang bilang Penang, ada yang bilang Pinang. Nah mana yang bener? kalo liat dari lambang daerahnya sih emang pohon kelapa, harusnya pulau kelapa dong‚Ķ hehehehe, maklum kotanya ada di sebuah pulau sendiri, lebih deket dari Medan daripada Kuala Lumpur. Bisa di rebut kembali nih, gantinya Sipadan dan Ligitan‚Ķ hehehehehehe‚Ķ Back to topic, jadi kita berangkat ber tujuh dari Bandara Internasional Juanda dengan komposisi 4 orang dari Malang Kendo Association yang semuanya debutan, 2 orang dari Suroboyo Kenyuukai yang udah senior, dan 1 orang supporter, pacar salah satu anggota dari Malang dan kendo kenshin juga‚Ķ :D. Dan setelah menunggu agak lama teman2 dari Suroboyo, akhirnya kita berangkat juga ūüėÄ

IMG_2058
Pasukan reya-reyo at Penang Airport

3 jam perjalanan, sampailah kita di Penang. Mau landing, sempet juga lihat kota dari jendela pesawat. Karena kita sampai di sana malam hari, sekitar jam 22.30 WP (Waktu Penang #ngasal), jadi pemandangan hanya lampu2, tapi banyak…. kayak kunang2 di malam hari yang tak pernah lelah memancarkan sinarnya, kuharap…… #halah #abaikan…:D. Yah pokoknya gitu deh… hehehehe, jadi kita sampai Penang. Maklum orang agak udik, abis turun pesawat, kita foto2 dulu lah, sampai penumpang abis dan kita di usir halus oleh petugas bandara… hehehehehe, maklum, udik… XDD .

Nah, sampai imigrasi, kita bingung kalo di tanya2 nih, mana internet gak bisa nyala, provider mahal, wifi nya gak bisa nyambung, baterai abis, wah pokoknya bingung sendiri. Kita gak tau dimana kita mau tanding, nama tempatnya, nama hotelnya, tau nya cuma sampe bandara, di jemput panitia, drop di hotel, beres!. Tapi untunglah sang petugas gak cerewet hanya diam, kasih isyarat scan sidik jari, di stempel, pergi…. ahahahahaha… asal kalian tau ya, itu petugas item abis sumpah, kayak orang afrika, padahal dia india… mungkin namanya Puja.. hehehehe…

Nah ini nih, abis dari bandara, kita langsung di jemput panitia dan disiapkan 2 minibus buat kita. Kebetulan aku ikut minibus 2 dan berisi 3 orang. Persiapan dan penyambutan panitia di sini sangat baik, kita berasa ekslusif aja gitu, diantar jemput… hehehehe, biasanya cari angkot sendiri atau naik taksi. Four Thumbs for panitia (y) (y) (y) (y) . Kira2 30 menit berada di mobil sambil lihat2 jalanan di Penang, sampailah kita di hotel dan di sambut teman2 Indonesia yang sudah datang duluan. Yah beberapa teman Kendo dari Jakarta, Bandung, dan Jogja sudah datang duluan. Kita kloter terakhir yang datang. Baru sampai hotel, yang dilakuin adalah bagi tugas, aku kebagian beliin makan, dan yang lain check in sambil angkat2 barang yang kemudian harus segera turun buat briefing team, besoknya tah turnamen oi!!..

Briefing team dimulai setelah team dari jawa timur, pasukan reya reyo (begitulah bunyinya) selesai makan. Hari pertama adalah pertandingan nomor Men Individual match dan Woman team match. Di Individual match, masing2 competitor (peserta) didampingi 1 assisten. Aku yang kebetulan juga turun di nomor ini, beruntung banget di dampingi oleh Comander, Captain Indonesia Men team, Marcel-senpai. Alhasil aku harus disiplin dan beramain dengan sebaik mungkin, di dampingin captain nih!! :D.Singkatnya, aku dapat urutan Indonesia 11 (INA 11,nomor urut di team gitu, semoga bawa hoki) dan harus segera istirahat karena besok harus bangun pagi2 buat persiapan Tournament hari pertama‚Ķ ūüėÄ

Tournament day 1

976841_10151658845740975_1021072001_o
Opening Ceremony

Alarm hp bunyi jam 4 pagi, aku yang sekamar dengan senpai dojoku, Erman senpai, langsung bangun dan antri ke kamar mandi. Maklum, takut telat, kan gak enak ya. Sarapan aja jam 6 pagi dan 06.30 kita harus udah berangkat ke venue. Oh iya, perlu di ketahui bahwa waktu penang dan waktu Indonesia, Indonesia barat maksudnya, itu berbeda 1 jam lebih awal (dikasi tau waktu di pesawat hehehehe…). Jadi kira-kira kita bangun jam 3 pagi WIB‚Ķ.hahahahaha‚Ķ.. aku mandi dan Erman senpai sholat di surau di lantai 1 hotel. Hotel yang kita tempati ini lumayan bagus lho‚Ķ bersih, dan entah bintang berapa, tapi nyaman lah di sini. Banyak tamu bule nya, jadi bisa belajar english juga‚Ķ hahahaha‚Ķ. So, abis kita siap2 semua, turun lah kita ke lobby dengan pakai gi dan hakama lengkap, tak lupa jaket team, bogu dan Shinai. Abis sarapan yang gak usah banyak2, takutnya nanti sakit perut dan ribet ke WC, berangkatlah kita duluan ke venue bersama rombongan dari Brunei yang juga satu bus dengan kita.

Venue pertandingan ini ada di USM (University Sains Malaysia) yang kira2 30 menitan lah dari hotel. Oh iya, sebelum berangkat, aku dan temen2 pasukan reya-reyo sempet foto2 dulu depan hotel dengan bawa bendera team sepakbola asal kota Malang, AREMA INDONESIA.. hahahaha, nanti liat deh di bawah‚Ķ hahahahaha. Dan yang lucu lagi, jam 6 di sini masih kayak jam 4 pagi nya Indonesia. Mana Erman senpai udah sholat dan ternyata salah jam‚Ķ belum adzan.. hahahaha, matahari baru muncul itu aja jam 7 pagi nya sono.. hahahahaha, parah bener, berangkat subuh buat turnament‚Ķ :D. Ok balik ke USM, team pertama yang datang adalah Indonesia dan Brunei, secara kita emang berangkat duluan.. wakakakakaka, jadi sampai di sana, kita harus jalan dulu kira2 500 meter buat ke venue dari tempat bus berhenti. Di depan venue ada yang bagian cek2 shinai (pedang bambu,red) gitu lah, ditimbang, di cek, dll‚Ķ entah mereka paham atau gak, yang penting di shinai ku ada cap nya halal buat di pakai mukul‚Ķ hahahahaha‚Ķ. Abis semua itu, waktu nya pemanasan, wah pemanasan bener2 panas, bukan panas aura nya tapi panas hawanya. Udah baju tebel, eh udaranya panas pisan, kipas angin pun tak ngatasin‚Ķ hahahahaha‚Ķ. Indonesia termasuk team yang sangat semangat dalam pemanasan, sampai2 belum tanding udah basah kuyup sendiri, team lain masih pada kering, hahahaha, maklum orang eropa, gak biasa panas. ūüėÄ

1240401_10200563618628103_397702342_n
Narsis depan hotel

Yah dan pertandingan pertama adalah individual men match, jadi di pertandingan ini dibikin babak group di penyisihan. Satu group masing2 berisi 3 kendo kenshin, yang menang 2 kali, dijamin pasti lolos group dan main di 16 besar dengan sistem gugur. Begitu seterusnya sampai akhirnya final. Aku berada di group bersama thailand dan filipina. Awalnya aku berhadapan dengan Filipina dan menang 2-1, kecolongan poin di kote (tangan,red) dan aku dapat 2 kali men (kepala,red). Abis lawan the filipino, langsung di lanjut lawan Thailand. entah karena kelelahan, kurang makan, atau terlalu gendut, aku kalah 2-0 dari wakil gajah putih itu. Tapi tak apa lah, karena mungkin ini debut pertamaku, jadi masih harus banyak…banyak… belajar, dan tau nggak, ternyata yang ngalahin aku tuh akhirnya kalah juga hahahahha…. Sementara di court lain, teman2 Indonesia hanya bisa sampai di perdelapan final, dan yang terakhir gugur adalah Tesar-senpai. Dan tak ada harapan lagi di match ini.

Setelah kalah dari match ini, jadinya tinggal duduk2 sambil dukung team cewe2 Indonesia yang mau tanding. Nah selama nunggu ini, gak habis2 nya para cowo keluar insting genderuwo nya, insting suka cewe2 cantik. Ternyata banyak juga ‚Äúpemandangan‚ÄĚ bagus di sini, dan sudah sewajarnya kita bersyukur akan ciptaan Tuhan yang indah2 itu. Hahahahahaha‚Ķ.. gak cuma peserta, panitia juga banyak yang cantik2, tapi karena mereka sibuk, jadi tak baik lah ganggu2.¬† :D. Dan akhirnya pertandingan team cewe pun di mulai. Aku gak seberapa mengikuti sih, bukan karena aku focus ama cewe2, tapi kepanasan, ngantuk, dan nongkrong di cafe. Yang aku tau itu Negla senpai dapat best fighting spirit. First medal for Indonesia in day 1. ūüėÄ

Dinner party with sensei

Setelah pertandingan, kita semua balik ke hotel. Jam udah jam 17.00 tapi matahari masih kayak jam 15.00 nya Indonesia, super sekali kan? jadi bisa bayangin jam 19.00 itu masih terang, dan kita harus kumpul lagi di Lobby hotel jam segitu untuk dinner party bersama sensei. Kita dinner di restoran chinese food gak jauh dari hotel, yah kira2 15 menit jalan kaki lah, eh gak sampai, 10 menitan lah. Seperti biasa, para sensei memesan bir dan beberapa teman yang tak minum bir, lebih memilih minum teh saja. Tapi ini yang di saji in chinese tea, jadi tak ada rasanya selain tawar‚Ķ hahahahahha‚Ķ beberapa temen complain, katanya ‚Äúiki ket maeng teh e gak ono rasa ne, pait ilat ku rek‚ÄĚ (ini daritadi teh nggak ada rasanya, pahit lidah ku) hahahaha, dan akhirnya kita meminta gula yang waktu meminta nya agak bikin bingung pelayannya juga. hahahahaha‚Ķ.. Pelayannya sampai bolak balik 3 kali karena gak paham, padahal udah pake english, eh ternyata pake kata ‚ÄúGULA‚ÄĚ, udah paham‚Ķ hahahahaha‚Ķ. parah2‚Ķ.

1174575_635535846471331_842045219_n
Meja Paling “Ganas”

Setelah kenyang, kembalilah kita ke hotel untuk istirahat dan briefing lagi. Nah di sini aku dapet beberapa pengalaman, perbedaan pertandingan antara individual match dan team match. Sedikit diberitahu kalau Individual match, bisa mau menang kalah dari diri sendiri. Jadi mau main berapa lama, mau main kayak apa, kalau mau lanjut ke tahap berikutnya ya harus menang dari lawan. Berbeda dengan team match, masing2 anggota team kalau bisa melihat lawan, dan poin yang di dapat. Jika hanya bisa mendapat 1 poin, dan lawan berat, buat ukur waktu hingga bisa menang walau hanya 1 poin atau jika musuh sudah dapat 1 poin dulu, usahakan seburuk2nya itu seri, jangan sampai kalah. Jadi banyak2 an menang dalam 1 team supaya bisa lanjut ke tahap berikutnya. Setelah briefing itu, yang bikin aku senang bisa di assitenin ama captain adalah aku bisa di evaluasi akan pertandinganku tadi. Wah semakin banyak dapat pengalaman aku dan tau bagaimana skill kendo gue sejauh ini. thanks Captain!! ūüėÄ

Tournament day 2

Yak, seperti biasa jam 6 sudah sarapan dan parahnya aku dan senpai sekamar baru bangun jam 6 lebih dikit… langsung loncat dari tempat tidur dan mandi bebek (mandi cepet gitu). Untunglah jam nggak ketinggalan Bas Persiarannya (bus Pariwisata) hahahahaha….. dan hari ini adalah hari terakhir tournament. Jadwalnya hari ini adalah Men team match dan kan di dahului oleh woman individual match. Di woman individual match ini tak satupun wakil dari Indonesia yang bisa lolos dari babak penyisihan group, banyak dikuasai oleh tuan rumah. Ini terlihat di All malaysia final, benar2 kuat negara serumpun ini. Dan berlanjut ke Men team match. Di team match ini Indonesia menurunkan 2 team, yaitu Indonesia A dan Indonesia B, dan aku ada di Indonesia B yang kebanyakan adalah para pemain debutan. Dari 6 anggota team(1 cadangan,red), 5 diantaranya adalah debutan di turnamen ini. Berbeda dengan Indonesia A yang lebih berpengalaman, jadi kita main Nothing to lose lah…. :D. Lebih apes lagi, kita tergabung dalam group Vietnam A dan Singapore A yang mereka juga adalah team2 terkuat juga. Jadi seperti group neraka, bahkan neraka tingkat 7 kali!! :D.

Aku bermain sebagai Senpo (pemain pertama,red), nah perlu dikit aku jelasin, di team match itu ada 5 orang, dan 1 cadangan. Sebutan bagi orang pertama, sampai ke lima adalah Sempo, Jiho, Chuken, Fukusho, Taisho. Biasanya captain team itu diletakkan di Taisho. Dan aku orang pertama, anggap aja pion. hehehehehe… pertandingan pertama melawan pasukan Vietnam yang baru saja mengalahkan Filippina A, 5-0. Dan hasilnya adalah nasib team ku gak jauh beda ama Filipina, bahkan mirip mungkin. Aku hanya bisa ambil 1 poin dan kalah hansoku (pelanggaran) yang menyebabkan lawan dapat 1 poin, sedangkan poin lain dia dapat dari pukulan men. Pertandingan kedua adalah melawan Singapore A, sang juara. Hasilnya juga sama, 5-0. Benar2 hari yang buruk buat Indonesia B, kata seorang senpai, seperti sandwich…. gepeng dah! hahahahaha. Nasib berbeda dialami Indonesia A, secara mengejutkan mereka bisa mengalahkan thailand A dan Filipina B (sepertinya) yang akhirnya membawa mereka ke semifinal. di semifinal mereka harus mengakui keperkasaan Malaysia A dengan skor 1-2, pertandingan yang sangat ketat dan terjadi 2 kali draw… :D. Ini menempatkan mereka pada juara ke tiga. Di tengah2 pertandingan, ternyata ada orang kedutaan Indonesia datang dan berbicara kepada kami. Ternyata mereka tidak tahu kalau ada team Indonesia di sini kalau tidak di kabarin oleh pak Dubes yang datang pada pembukaan kemarin….hadeehhhh…. tapi ya biarlah, toh kita ke sini dengan biaya sendiri dan bantuan dari para sensei… hehehehehehe…. dan singkat cerita kita ngobrol2 ini itu, foto2, dan akhirnya harus kembali ke hotel untuk sayonara party.

Sayonara Party

Party ini diadakan di hotel tempat menginap, di lantai paling atas. Di sini kita bisa melihat pemandangan yang bagus banget. Dan di party ini kita bisa ngobrol, tukar merchandise dengan teman2 dari negara lain. Kendo tak hanya tentang kompetisi, tetapi juga persahabatan, itulah yang aku dapat dari sayonara party ini. Seorang teman dari Singapore, Gervin chan, yang juga lawan di team match juga memberikan sebuah souvenir sebagai tanda persahabatan. Inilah keunikan kendo, meski di arena kita lawan, tapi di luar kita kawan. Tak jarang kadang kita saling memberikan masukan atau sekedar share tentang teknik2 kendo. Ini adalah awal yang bagus, dan dari sinilah aku jadi sangat antusias untuk berkunjung ke negara2 seperti Thailand, Singapore, filipina, Brunei,Malaysia, dan Vietnam hanya untuk ber kendo. Karena dari sinilah bisa dapat banyak teman. Dan sayonara party pun ditutup‚Ķ. tournament usai‚Ķ ūüėÄ See you in 11th Asean Kendo Tournament, Thailand‚Ķ ūüėÄ

622453_10151658882675975_773688752_o
Thailand Team
1150523_10151658884220975_337908691_o
Vietnam Team
1149554_10151661031670975_1203721245_o
Philippines team
978036_10151661031570975_93264251_o
Indonesia Team
1265718_10151661031685975_352827028_o
Singapore Team

Photos Credit : Dioz Teoh (facebook)